Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa pita cukai untuk tahun 2026 sudah bisa dipesan sejak Desember 2025. Hingga tanggal 9 Desember 2025, jumlah pita cukai yang telah dipesan mencapai 24,3 juta lembar untuk hasil tembakau (HT) dan 310 ribu lembar untuk minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
"Pita cukai dapat diambil mulai Januari 2026," ujar Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (10/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Untuk menjaga kontinuitas penyediaan pita cukai, jumlah pita cukai tahun 2026 yang akan diserahkan pada Desember 2025 mencapai sekitar 8,75 juta lembar. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ketersediaan Terjamin
DJBC Kementerian Keuangan menjamin ketersediaan pita cukai untuk tahun depan. Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran proses pelunasan cukai serta mendukung stabilitas industri hasil tembakau dan minuman yang mengandung etil alkohol.
Beberapa isu terkait pita cukai juga muncul, seperti:
- Purbaya menunggu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% sebelum mempertimbangkan pungutan cukai MBDK.
- Purbaya sedang mempersiapkan tiga strategi untuk memperbaiki sistem Bea Cukai di tengah ancaman pembekuan.
- Menteri PAN-RB menyebut wacana pembekuan Bea Cukai bisa dilakukan secara aturan.
Djaka memastikan DJBC Kemenkeu terus berkoordinasi dengan Perum PERURI selaku leader Konsorsium Pencetak Pita Cukai untuk menjamin kontinuitas ketersediaan pita cukai 2026. "Ini mulai dari produksi hingga pendistribusian agar berjalan lancar," ujar Djaka.
Perum PERURI juga berkomitmen untuk tetap melanjutkan produksi di luar dari yang akan diserahkan pada Desember 2025. Hal ini akan dilakukan secara bertahap kepada Bea Cukai mulai 2 Januari 2026.
"Ketersediaan pita cukai yang terjamin ditujukan untuk memastikan kelancaran proses produksi bagi pelaku usaha, menjaga penerimaan negara, dan memperkuat fungsi pengawasan," kata Djaka.
Ia menambahkan Bea Cukai bersama PERURI akan terus memastikan layanan tersebut berjalan tepat waktu, transparan, dan akuntabel. Djaka mengatakan hal ini untuk mendukung iklim usaha yang tertib dan berkelanjutan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan DJBC
DJBC Kementerian Keuangan telah melakukan beberapa langkah penting untuk memastikan ketersediaan pita cukai:
- Menjalin koordinasi dengan Perum PERURI sebagai pemegang konsorsium pencetak pita cukai.
- Memastikan proses produksi dan distribusi berjalan lancar.
- Mengatur penyerahan pita cukai secara bertahap mulai dari Januari 2026.
- Menjaga ketersediaan pita cukai untuk mendukung kebutuhan industri hasil tembakau dan minuman beralkohol.
Tujuan Utama Ketersediaan Pita Cukai
Tujuan utama dari ketersediaan pita cukai adalah:
- Memastikan kelancaran proses produksi bagi pelaku usaha.
- Menjaga penerimaan negara melalui pengelolaan cukai yang efektif.
- Memperkuat fungsi pengawasan terhadap industri hasil tembakau dan minuman beralkohol.
- Mendukung iklim usaha yang tertib dan berkelanjutan.
Pentingnya Ketersediaan Pita Cukai
Ketersediaan pita cukai sangat penting karena:
- Menjadi salah satu komponen utama dalam pengelolaan cukai.
- Membantu pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan negara.
- Memastikan pelaku usaha dapat memenuhi kewajiban pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan cukai.
Tantangan dan Solusi
Meskipun ada tantangan dalam pengelolaan pita cukai, DJBC Kementerian Keuangan dan Perum PERURI terus berupaya untuk memberikan solusi yang efektif. Dengan adanya rencana produksi yang terstruktur dan koordinasi yang baik, diharapkan ketersediaan pita cukai dapat terpenuhi secara optimal.