
Pembukaan Bimtek Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Tahun 2025-2028
Wakil Bupati Morowali Utara, H Djira K, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2025-2028. Kegiatan ini berlangsung di ruang Rapat Bapellitbangda, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada hari Selasa tanggal 11 November 2025.
Tujuan utama dari Bimtek ini adalah untuk menciptakan kualitas penduduk yang tinggi, yang menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa. Hal ini melibatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta mewujudkan penduduk yang tumbuh seimbang, sehat jasmani dan rohani, cerdas, mandiri, bertaqwa, mulia, memiliki etos kerja tinggi, sejahtera, dan harmonis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam rapat tersebut, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa tujuan dari Bimtek ini adalah memastikan Dinas terkait dapat mengelola dokumen operasional Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) untuk lima tahun ke depan. Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ini memiliki arah untuk pembangunan Kabupaten Morowali Utara yang terukur dan mendukung tercapainya generasi unggul Indonesia Emas 2045.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menentukan kondisi yang diinginkan dalam pembangunan kependudukan. Salah satu prinsip utamanya adalah menggunakan hak asasi sebagai dasar untuk mencapai kaidah berkeadilan. Selain itu, pembangunan harus mampu mengakomodasi partisipasi pemangku kepentingan di tingkat pusat, daerah, dan masyarakat. Masyarakat ditempatkan sebagai subjek dan objek pembangunan agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan, serta merencanakan pembangunan jangka menengah dan panjang.
"Di Sulawesi Tengah perlu meningkatkan kompetensi SDM dan menyeimbangkan SDA dan SDM agar ke depannya bisa mengurangi terjadinya masalah," jelasnya.
Dukungan Wabup Djira untuk Pembangunan Kependudukan
Wakil Bupati Djira turut mendukung kegiatan ini, sehingga setiap Dinas terkait dapat bekerja sama dalam menyusun kegiatan program dengan membuat grand design pembangunan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga agar pembangunan kependudukan dapat berjalan efektif dan terarah.
Menurut Wabup Djira, saat ini data yang ada belum sepenuhnya sesuai dengan data di lapangan. Oleh karena itu, mulai Januari 2026, validasi data lokal di lapangan perlu disesuaikan dengan data yang tersedia. Hal ini bertujuan untuk memastikan akurasi data yang akan digunakan dalam penyusunan PJPK.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Pembangunan Kependudukan
Turut hadir dalam rapat tersebut, Perwakilan P2KBP3AD Morut bersama Pejabat Eselon II dan III. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan kependudukan yang berkelanjutan dan berbasis data.
Pembangunan kependudukan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan kebijakan dan program yang dibuat dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Langkah-Langkah Strategis dalam Pembangunan Kependudukan
Beberapa langkah strategis yang telah dipersiapkan antara lain:
- Pengembangan SDM yang unggul melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi.
- Peningkatan akurasi data kependudukan dengan validasi lapangan secara berkala.
- Penguatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
- Penyusunan grand design pembangunan kependudukan yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pembangunan kependudukan di Kabupaten Morowali Utara dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.