Pemilik Bobibos Siap Bangun SPBU dan Pom Bensin Mini di Seluruh Indonesia

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 27x dilihat
Pemilik Bobibos Siap Bangun SPBU dan Pom Bensin Mini di Seluruh Indonesia

Visi Bobibos untuk Energi Rakyat yang Terjangkau dan Ramah Lingkungan

Founder bahan bakar asli Indonesia, Bobibos, M Iklas Thamrin, mengungkapkan rencana pengembangan jaringan SPBU Bobibos dan BosMini. Pom bensin mini ini dirancang khusus untuk menjangkau wilayah pelosok Indonesia. Menurut Iklas, langkah ini merupakan bagian dari visi besar Bobibos untuk menyediakan energi rakyat dengan harga terjangkau, kualitas baik, dan emisi rendah di seluruh Nusantara.

Konsep Bobibos lahir dari tekad untuk menyediakan bahan bakar alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mudah diakses masyarakat. Iklas menilai bahwa pemerataan infrastruktur energi hijau harus dilakukan melalui jaringan distribusi yang merata agar masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati bahan bakar dengan mutu setara wilayah perkotaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Bobibos ingin menjadi energi rakyat yang hadir di seluruh pelosok negeri. Dengan SPBU dan BosMini, kami ingin satu harga dari Sabang sampai Merauke,” ujar Iklas di Jakarta, pekan ini.

Bobibos dikembangkan melalui proses biokimia yang memanfaatkan lima tahap ekstraksi tanaman pilihan menggunakan mesin rancangan sendiri. Hasilnya, tercipta bahan bakar nabati beroktan tinggi yang mampu bersaing dengan BBM fosil dari sisi performa, namun menghasilkan emisi lebih rendah.

Menurut Iklas, riset pengembangan Bobibos berlangsung bertahun-tahun dan mencakup tiga tahapan utama riset teknologi, riset komersialisasi, dan riset keterterimaan politik. Ketiganya dirancang agar produk memenuhi empat aspek kunci, yaitu kualitas tinggi, emisi rendah, keamanan bagi mesin, dan efisiensi harga pokok produksi.

Dalam tahap komersialisasi, Bobibos memprioritaskan harga yang ekonomis agar dapat diterima pasar. Strategi ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan transisi energi di sektor transportasi, di mana masyarakat membutuhkan bahan bakar ramah lingkungan tanpa beban biaya tinggi.

Perusahaan juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk memperoleh arahan dan dukungan regulasi. Menurut Iklas, percepatan perizinan menjadi kunci agar Bobibos segera legal beredar sebagai bahan bakar alternatif nasional.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo memberikan jalan tol bagi Bobibos agar bisa menjadi solusi energi merah putih yang ekonomis dan berkualitas,” tuturnya.

Dengan pembangunan jaringan SPBU dan BosMini, Bobibos berupaya memperluas akses energi bersih hingga ke desa dan pulau-pulau terluar. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian energi nasional, tetapi juga memperbaiki kualitas udara di Indonesia melalui penggunaan bahan bakar rendah emisi yang diproduksi oleh anak bangsa.


Sampel produk bahan bakar alternatif Bobibos. - (Dok Bobibos)

Kritik terhadap Klaim Bobibos

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (PUSKEP UI) Ali Ahmudi menyoroti klaim Bobibos yang memiliki kadar RON 98. Menurut Ali, klaim tersebut harus dibuktikan secara nyata dengan hasil uji yang dilakukan pemerintah.

Ali mengaku cukup terkejut dengan klaim bombastis tersebut. Pasalnya, lanjut Ali, kilang crude oil yang langsung diproduksi dari perut bumi hanya mampu menghasilkan mayoritas kadar RON 92.

"Dari kilang itu RON-nya 92, 95, 98. Itu sudah melalui proses yang begitu panjang, melalui banyak zat aditif yang ditambahkan. Kalau mau ditingkatkan, makanya ditambah, salah satunya ditambah etanol kan untuk tingkatkan RON," ucap Ali.

Ali mengatakan BBM dengan pemanfaatan bahan bakar nonfosil memang sangat dimungkinkan dan memiliki dampak positif bagi ketahanan energi nasional. Ali mencontohkan langkah negara-negara lain yang telah menuju penggunaan E-100 tanpa adanya bahan bakar dari fosil seperti Brasil.

"Dari RON yang dihasilkan Bobibos itu jangan dirahasiakan oleh yang bikin. Itu ditambahkan apa? Dugaan saya, ditambahkan hidrogen karena dia tidak terbuka, harusnya dia terbuka," kata Ali.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan