Pemilik Freeport ungkap kondisi terkini smelter Gresik: Tidak ada pemutusan hubungan kerja

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Pemilik Freeport ungkap kondisi terkini smelter Gresik: Tidak ada pemutusan hubungan kerja

Kondisi Smelter di JIIPE Gresik

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan kondisi terkini dari smelter yang berada di kawasan Java Integrated and Industrial Estate (JIIPE) Pulau Jawa, Gresik, Jawa Timur. Meskipun saat ini smelter belum dapat beroperasi karena pasokan konsentrat terhenti, para karyawan tetap bekerja hingga operasional kembali pulih pada April 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Tidak ada karyawan yang kami lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Jadwal kerja diatur ulang dan hanya jumlah tenaga kontraktor yang berkurang, karena belum masuk tahap operasi penuh," ujar Tony di Gresik, Jawa Timur, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Penghentian sementara produksi dilakukan menyusul terputusnya suplai konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Papua. Hal ini disebabkan oleh longsoran lumpur bijih basah yang terjadi pada 8 September 2025 lalu.

Akibatnya, tingkat produksi PTFI jeblok hingga 30 persen atau sekitar 65 ribu hingga 70 ribu ton per hari, jauh di bawah kapasitas normal 200 ribu ton. "Kami perkirakan Maret 2026 mulai menambang lagi. Jika itu tercapai, konsentrat bisa dikirim ke smelter pada April, sehingga fasilitas dapat beroperasi kembali," jelas Tony.

Fokus pada Pemeliharaan Rutin

Sepanjang masa tidak adanya pasokan konsentrat, tim di Gresik fokus pada pemeliharaan rutin untuk memastikan kesiapan teknis saat smelter kembali beroperasi. Sebelum pasokan terputus, tingkat kenaikan kapasitas produksi (rate up) smelter telah mencapai 70-80 persen dan diperkirakan mencapai 100 persen jika operasi tidak terhenti.

"Heating up, maintenance, dan penetralan area tetap kami lakukan agar ketika konsentrat masuk, smelter bisa langsung dijalankan meski secara bertahap," tambah Tony.

Peninjauan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas

Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas juga melakukan peninjauan perkembangan smelter untuk memastikan proyek hilirisasi mineral tetap sesuai agenda pemerintah. Saat ini, smelter PTFI di Gresik menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja, yang terdiri atas 1.200 kontraktor dan 800 karyawan.

Selama masa konstruksi, proyek tersebut telah melibatkan sekitar 40.000 tenaga kerja konstruksi secara kumulatif. Adapun dua tambang bawah tanah lain yang tidak terdampak longsor, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, telah kembali beroperasi meski belum mencapai kapasitas penuh.

Target Pemulihan GBC

Manajemen menargetkan pemulihan GBC rampung pada Maret-April 2026. Hal ini menjadi kunci normalisasi pasokan konsentrat dan keberlanjutan operasional smelter.

Sebelumnya, Tony menargetkan blok tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah, mulai berproduksi pada 2029. Proyek ini mundur satu tahun dari rencana awal akibat insiden longsoran material basah di Grasberg Block Cave pada 8 September 2025.

“Blok Kucing Liar awalnya direncanakan berproduksi pada 2028. Namun perkembangan terakhir menunjukkan jadwalnya bergeser menjadi 2029,” kata Direktur Utama Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Senin, 24 November 2025.

Tambang Bawah Tanah Keempat

Kucing Liar akan menjadi tambang bawah tanah keempat yang dioperasikan Freeport setelah Grasberg Block Cave, Deep Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Tony mengatakan saat ini pembangunan tambang Kucing Liar masih berlangsung.

Ia menambahkan bahwa pembangunan blok baru tersebut merupakan bagian dari transisi penuh ke tambang bawah tanah sejak operasi tambang terbuka Grasberg dihentikan. Tony Wenas menyebut cadangan tambang bawah tanah Freeport saat ini mencapai 1,3 miliar ton bijih yang dapat ditambang hingga 2052.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan