Pemilik Jeddah Tower Siap Kalahkan Burj Khalifa sebagai Gedung Tertinggi Dunia

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Pemilik Jeddah Tower Siap Kalahkan Burj Khalifa sebagai Gedung Tertinggi Dunia

Jeddah Tower, Gedung Tertinggi di Dunia yang Akan Menggulingkan Burj Khalifa

Jeddah Tower adalah proyek megah yang sedang dalam pembangunan di kota pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Proyek ini diperkirakan akan menjadi gedung tertinggi di dunia setelah selesai. Saat ini, gedung tertinggi di dunia adalah Burj Khalifa yang berada di Dubai dengan ketinggian 830 meter. Namun, Jeddah Tower akan melampaui rekor tersebut dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai 1.001 meter.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Gedung ini juga dikenal sebagai Burj Jeddah atau Kingdom Tower. Meskipun ketinggian akhirnya belum diumumkan secara resmi, proyek ini direncanakan memiliki ketinggian minimal 1.001 meter, menjadikannya sebagai gedung pertama di dunia yang mencapai ketinggian satu kilometer. Dengan ketinggian ini, Jeddah Tower akan memenuhi syarat sebagai gedung pencakar langit megatall. Saat ini, hanya ada tiga gedung seperti ini di seluruh dunia, termasuk Burj Khalifa.

Jeddah Tower akan melampaui ketinggian Burj Khalifa setidaknya 173 meter. Total lantainya diperkirakan mencapai 167 lantai di atas tanah, empat lantai lebih tinggi dari jumlah lantai di Burj Khalifa saat ini. Beberapa sumber menyebutkan bahwa total lantai bisa mencapai 252, meskipun jumlah lantai di atas dan di bawah tanah masih dalam proses konfirmasi.

Desain dan Arsitektur Jeddah Tower

Gedung ini dirancang oleh arsitek terkenal Adrian Smith, yang merupakan kepala arsitek Burj Khalifa. Jeddah Tower akan memiliki siluet tiga sisi yang meruncing, terbuat dari beton bertulang dan baja, serta dilapisi kaca. Menurut Smith, bentuk bercabang tiga ini dimaksudkan untuk mereplika daun palem, sehingga menambah keindahan visual bangunan.

Sejarah Pembangunan Jeddah Tower

Pembangunan Jeddah Tower dimulai pada tahun 2013, dua tahun setelah desainnya pertama kali diungkap. Awalnya, proyek ini direncanakan selesai pada tahun 2020. Namun, karena berbagai kendala, target penyelesaian ditunda hingga tahun 2028. Pemilik proyek ini adalah Kingdom Holding Company, sebuah perusahaan konglomerat yang dipimpin oleh Pangeran Alwaleed Bin Talal Alsaud.

Profil Pemilik Jeddah Tower

Pangeran Alwaleed Bin Talal Alsaud adalah putra kerajaan Arab Saudi yang juga seorang pengusaha miliarder. Keputusannya untuk membangun Jeddah Tower menunjukkan ambisi besar dalam membangun infrastruktur modern dan ikut serta dalam kompetisi global.

Alwaleed lahir di Jeddah pada 7 Maret 1955 dari pasangan Pangeran Talal bin Abdulaziz dan Mona El Solh. Ia menempuh pendidikan tinggi di beberapa universitas ternama, termasuk Menlo College dan Syracuse University. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mulai membuka bisnis di bidang konstruksi pada tahun 1974 dengan modal US$30.000 dari ayahnya.

Pada tahun 1980, ia mendirikan Kingdom Establishment, yang kemudian berkembang menjadi Kingdom Holding Company. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$18 miliar pada tahun 2013. Selain itu, Alwaleed juga memiliki investasi di berbagai perusahaan internasional, termasuk Four Seasons Hotel George V di Paris dan sebagian dari Plaza Hotel di New York.

Selain itu, Alwaleed juga telah berinvestasi di X (sebelumnya Twitter) dan perusahaan milik Elon Musk, xAI. Di luar Kingdom Holding, ia juga memiliki properti di Arab Saudi, perusahaan film dan musik Rotana, serta sekitar 1,5% saham di Snap.

Pada tahun 2018, Forbes sempat menghapus nama Alwaleed dari daftar miliarder setelah ia ditahan oleh pemerintah Saudi pada tahun 2017. Namun, pada tahun 2025, Forbes kembali memasukkan Alwaleed dan warga Saudi lainnya ke dalam daftar miliarder tahunan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan