Pemilik Kembali 1,3 Juta Saham EMAS Setelah Pernah Lepas

admin.aiotrade 15 Okt 2025 3 menit 28x dilihat
Pemilik Kembali 1,3 Juta Saham EMAS Setelah Pernah Lepas


aiotrade.app
, JAKARTA — Taipan Garibaldi Thohir atau dikenal sebagai Boy Thohir kembali membeli sebanyak 1,3 juta saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), setelah sebelumnya menjual kepemilikannya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Boy Thohir secara pribadi maupun melalui perusahaan keluarganya, PT Trinugraha Thohir (TNT) melakukan pembelian kembali atau buyback saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS). Boy tercatat melakukan buyback sebanyak 1,3 juta saham EMAS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dia menyampaikan bahwa aksi beli ini dilakukan karena fundamental ekonomi nasional yang masih solid serta prospek perseroan yang cukup menjanjikan dalam jangka panjang.

"Keputusan ini saya ambil mempertimbangkan kondisi ekonomi yang solid dan prospek EMAS yang cukup menjanjikan," ujarnya pada Selasa (14/10/2025).

Belum lama ini, EMAS mengumumkan resmi memulai penambangan pertama (first mining) di Tambang Emas Pani. First mining merupakan tahap awal operasi tambang yang ditandai dengan pengupasan lapisan tanah (overburden stripping) dan pengambilan bijih pertama.

Boy memandang, first mining sebagai tonggak penting bagi EMAS, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan. Pasalnya, hal ini adalah fase yang menandai dimulainya kegiatan penambangan yang akan segera berlangsung.

"Fase ini sangat krusial karena menandai bermulanya aktivitas bisnis," ujarnya.

Sebelumnya, Boy Thohir dikabarkan melepas saham EMAS setelah pencatatan saham perdana atau IPO.

Sebagai konteks, Boy Thohir tercatat memiliki 5,59% saham EMAS sebelum IPO. Namun, nama Boy Thohir tidak lagi muncul dalam daftar pemegang saham EMAS di atas 5% khususnya setelah initial public offering (IPO).

Adi Adriansyah Sjoekri, Corporate Secretary EMAS mengatakan perseroan tidak memiliki informasi terkait dengan pelepasan saham EMAS oleh Garibaldi Thohir.

Adi juga menegaskan bahwa penerima manfaat akhir dari EMAS ialah Winato Kartono dan Edwin Soeryadjaya sebagaimana disampaikan dalam banyak dokumen resmi.

"Transaksi pelepasan saham oleh Bapak Garibaldi Thohir tidak menyebabkan perubahan pengendalian atas perseroan," ujarnya lewat keterbukaan informasi, Selasa (14/10/2025).

Adi menegaskan transaksi pelepasan saham EMAS oleh Garibaldi Thohir tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun rencana strategis perseroan.

Berikut beberapa poin penting terkait transaksi saham EMAS:

  • Boy Thohir kembali membeli 1,3 juta saham EMAS
  • Transaksi dilakukan secara pribadi dan melalui perusahaan keluarga
  • Keputusan dibuat karena fondasi ekonomi nasional yang stabil dan prospek jangka panjang EMAS
  • EMAS telah memulai first mining di Tambang Emas Pani
  • First mining menjadi titik penting bagi EMAS dan pemangku kepentingan
  • Sebelumnya, Boy Thohir melepas saham setelah IPO
  • Perseroan tidak memiliki informasi terkait pelepasan saham oleh Boy Thohir
  • Penerima manfaat akhir EMAS adalah Winato Kartono dan Edwin Soeryadjaya
  • Transaksi tidak mengubah pengendalian atas perseroan
  • Tidak ada dampak terhadap operasional, keuangan, atau strategi EMAS

Dengan langkah ini, Boy Thohir menunjukkan kepercayaannya terhadap potensi EMAS di masa depan. Hal ini juga menjadi indikasi bahwa investasi di sektor pertambangan emas tetap menarik meskipun situasi pasar bisa saja fluktuatif.

Pengamatan terhadap pergerakan saham EMAS dan perkembangan proyek tambang akan menjadi hal yang penting untuk dipantau oleh para investor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan