
Proses Akuisisi Saham PT Mahesa Jenar Dibatalkan
Proses akuisisi saham PT Mahesa Jenar (PT MJS), yang merupakan entitas pengelola PSIS Semarang, resmi dibatalkan setelah pemegang saham pengendali memutuskan untuk menghentikan negosiasi dengan calon investor, David Glenn. Keputusan ini diumumkan melalui sebuah press release yang diunggah oleh Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau Wareng, melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, pada 15 November 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam press release yang ditandatangani Joni Kurnianto selaku juru bicara pemegang saham pengendali PT MJS, disebutkan bahwa pembatalan terjadi setelah serangkaian pembahasan intensif tidak menghasilkan titik temu yang memadai. Surat tersebut menegaskan bahwa sejumlah aspek material yang menjadi dasar transaksi tidak bisa mencapai kesepakatan final, meski kedua pihak telah berupaya mencari jalan tengah.
Pemegang saham pengendali PT MJS menyatakan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kepentingan PSIS Semarang di atas segala hal termasuk keberlanjutan klub dan stabilitas internal. Negosiasi pun secara resmi dihentikan, dan proses penjajakan dengan calon investor dinyatakan berakhir.
Dalam surat tersebut, pihak pemegang saham juga memberi apresiasi kepada David Glenn atas waktu serta profesionalitas yang telah diberikan selama proses negosiasi berlangsung. Mereka menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan tim, melanjutkan pembenahan internal, serta memastikan PSIS mampu menjalani sisa musim kompetisi dengan optimal. Pernyataan resmi ini juga dimaksudkan untuk mencegah munculnya informasi simpang siur di tengah publik.
Respons Keras dari Ketua Panser Biru Wareng
Namun, keputusan pembatalan ini mendapat respons keras dari Ketua Panser Biru Wareng. Ia menilai langkah pemilik saham tidak konsisten, terlebih setelah manajemen baru mulai menjalankan sejumlah perubahan signifikan. Melalui unggahan Instagram, Wareng meminta pihak David Glenn tidak tinggal diam dan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pemilik saham PSIS.
“Digugat aja Pak karena mereka sudah wanprestasi. Manajemen udah ganti, pelatih udah ganti, per tanggal 10 pemain udah gajian dibayar manajemen baru. Kok seenaknya membatalkan kesepakatan. Aku pilih Pak David, ora keluarga kae. #YoyokOut,” tulis Wareng dalam keterangannya.
Komentar tersebut langsung mendapatkan dukungan dari pendukung PSIS. Suporter PSIS menilai pemilik saham PSIS yang membatalkan ini sudah keterlaluan. Mengingat manajemen baru PSIS Semarang dari informasi yang beredar sudah menghabiskan uang sekitar 500 juta untuk away ke Lamongan dan Kudus.
Suporter menilai sikap Manajemen PSIS yang mempermainkan investor ke depannya akan membuat Laskar Mahesa Jenar kesulitan mencari investor atau sponsor di masa depan. Posisi PSIS Semarang yang saat ini terdampar di dasar klasemen grup timur Pengadaian Championship, dengan masuknya manajemen baru, suporter PSIS Semarang memiliki harapan tinggi tim Laskar Mahesa Jenar dapat berprestasi lebih baik dan kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tantangan di Masa Depan
Hingga kini belum ada pernyataan balik dari pihak David Glenn terkait kemungkinan langkah hukum seperti yang didorong Wareng. Sementara itu, publik sepak bola Semarang menantikan arah kebijakan lanjutan PT Mahesa Jenar setelah drama pembatalan akuisisi ini kembali membuka tanda tanya soal masa depan PSIS Semarang.
Perkembangan Terkini
Selama masa transisi, PSIS Semarang harus menghadapi tantangan besar dalam menjaga reputasi klub di tengah masyarakat sepak bola. Dengan adanya perubahan manajemen dan pelatih, serta berbagai perubahan strategis, klub ini harus tetap konsisten dalam menjalankan rencana jangka panjang. Namun, ketidakpastian terkait kepemilikan saham dan keterlibatan investor baru bisa menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan klub.
Dengan situasi seperti ini, para suporter dan pihak terkait harus bersabar dan tetap mendukung PSIS Semarang agar bisa melewati masa sulit ini dan kembali bangkit. Meskipun ada konflik dan ketidaksepahaman, tujuan utama adalah keberlanjutan dan kesuksesan klub di masa depan.