Pemimpin OPM Lipet Sobolim Tewas Ditembak Satgas Cartenz

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Pemimpin OPM Lipet Sobolim Tewas Ditembak Satgas Cartenz


Di wilayah Jayapura, satuan tugas operasi damai Cartenz melakukan tindakan tegas terhadap salah satu tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikenal sebagai Lipet Sobolim. Ia ditembak mati di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Lipet Sobolim selama ini menjadi komandan batalyon Semut Merah Kodap Yahukimo.

Penembakan terhadap Lipet Sobolim terjadi saat satuan tugas sedang menyelidiki kasus penyerangan terhadap dua warga sipil bernama Bernior Telena (36 tahun) dan Soleman Ilu (30 tahun), yang terjadi pada Kamis (6/11/2025). Menurut keterangan Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, petugas berhasil melumpuhkan pelaku serangan tersebut dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa penyerangan terhadap dua warga sipil tersebut berlangsung pada hari yang sama. Kedua korban mengalami luka bacok akibat aksi kelompok separatis. Respons dari Satgas Damai Cartenz cepat dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian dan memburu para pelaku serangan tersebut.

Setelah dilakukan identifikasi, pelaku serangan itu ternyata adalah anggota kelompok Lipet Sobolim. Berdasarkan catatan yang ada, Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim merupakan komandan batalyon Semut Merah KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata-OPM) di wilayah Yahukimo. Hal ini disampaikan oleh Brigjen Faizal Ramadhani dalam pernyataannya.

Dari data kepolisian, Lipet Sobolim memiliki rekam jejak kriminal dan aksi-aksi separatis bersenjata di beberapa daerah. Salah satu peristiwa yang paling menonjol adalah serangan terhadap para pekerja tambang ilegal di Kampung Kawe Mining 63, Distrik Awibom, Kabupaten Pegunungan Bintang pada 2023. Dalam peristiwa tersebut, dua orang meninggal dan lima lainnya luka parah.

Lipet Sobolim juga terlibat dalam pembunuhan para pekerja tambang di Kampung Kawe, Distrik Awimbom, yang menewaskan seorang pekerja tambang di Camp 33 pada 2023. Catatan terbaru menunjukkan bahwa ia juga terlibat dalam pembunuhan seorang penambang di Kampung Kawe pada April 2025.

Menurut Faizal, Lipet Sobolim adalah komandan batalyon Semut Merah yang aktif melakukan berbagai aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan. Penembakan terhadap sosok senior OPM ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Penegakan hukum yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman," ujar Faizal. Tindakan tegas ini dianggap sebagai langkah penting untuk menekan aksi-aksi separatisme yang sering kali mengganggu ketenangan masyarakat setempat.

Selain itu, keberhasilan operasi ini juga menjadi indikasi bahwa pihak berwajib terus berkomitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah yang rawan konflik. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada lagi aksi kekerasan yang merugikan masyarakat atau aparat keamanan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan