Pemkab Aceh Barat Dorong Pengelolaan Sampah Organik untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Pemkab Aceh Barat Dorong Pengelolaan Sampah Organik untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga
Pemkab Aceh Barat Dorong Pengelolaan Sampah Organik untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Strategi Pengurangan Bencana dan Peningkatan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kini mulai mengarahkan pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah pelaksanaan sosialisasi pemanfaatan sampah organik menggunakan kompos bag. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat di Aula Hotel Eva Sky Meulaboh, pada Selasa (9/12/2025). Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan metode pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH, menyampaikan bahwa rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi baru-baru ini menunjukkan perlunya pengelolaan lingkungan yang lebih terencana dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, pengolahan sampah organik merupakan salah satu langkah konkret untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga, terutama yang terdampak banjir bandang.

Menurut Said, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Nomor 600.1/1232/2025 yang memberikan bantuan keuangan khusus kepada Kabupaten Aceh Barat untuk peningkatan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu kewajiban dari keputusan tersebut adalah melaksanakan sosialisasi pengolahan sampah rumah tangga.

Program pemanfaatan kompos bag tersebut diarahkan untuk mengubah pola perlakuan masyarakat terhadap sampah organik. Tujuannya adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA serta menyediakan alternatif sumber ekonomi baru bagi rumah tangga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga bisa memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan ini.

Said menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Aceh Barat dalam membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, program ini juga mendukung persiapan kabupaten menuju penilaian Adipura, sebuah penghargaan yang diberikan kepada daerah dengan pengelolaan lingkungan terbaik.

Pemkab Aceh Barat, kata Said, berkomitmen memperluas program berbasis lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi keluarga sebagai langkah pemulihan pascabencana. “Aceh Barat tidak hanya harus pulih, tetapi bangkit lebih kuat dan lebih mandiri,” ujarnya.

Tujuan dan Manfaat Program Kompos Bag

  • Mengurangi Beban TPA: Dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, volume sampah yang masuk ke TPA dapat dikurangi secara signifikan.
  • Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah secara benar.
  • Membuka Peluang Ekonomi: Masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan melalui produksi dan penjualan kompos.
  • Mendorong Partisipasi Aktif: Program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mendukung Visi Adipura: Langkah-langkah ini sejalan dengan visi Aceh Barat untuk menjadi daerah yang memiliki lingkungan yang bersih dan sehat.

Keterlibatan Masyarakat dalam Program Ini

  • Masyarakat diajak untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik.
  • Kelompok-kelompok masyarakat seperti PKK dan organisasi kemasyarakatan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
  • Pelibatan perempuan menjadi fokus utama karena mereka sering kali menjadi pengambil keputusan dalam pengelolaan rumah tangga.
  • Masyarakat diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan