
Pelabuhan Tanjung Carat Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Banyuasin
Kehadiran proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, yang juga dikenal sebagai Palembang New Port, di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diharapkan menjadi pemicu geliat perekonomian yang signifikan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, menyatakan bahwa kehadiran pelabuhan ini akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian daerah.
"Jika pelabuhan ini beroperasi, maka geliat aktivitas perekonomian akan berbalik 360 derajat," ujarnya beberapa waktu lalu di Palembang. Ia menjelaskan bahwa pelabuhan tersebut akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang berskala internasional, termasuk bongkar muat perdagangan, industri, dan pembangunan pemukiman. Hal ini bisa menjadi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi provinsi Sumsel, khususnya Banyuasin.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penamaan Pelabuhan yang Menjadi Perhatian
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyuasin mempersoalkan penamaan proyek pembangunan Pelabuhan Palembang New Port di Tanjung Carat. Mereka mengusulkan agar nama pelabuhan tersebut menggunakan wilayah lokasi pembangunan, yaitu New Banyuasin Port. Meski begitu, Erwin mengaku lega setelah mendengar penjelasan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa penggunaan nama New Palembang Port hanya sebagai nama proyek.
Setelah pelabuhan selesai dan resmi beroperasi, nama pelabuhan akan disesuaikan menjadi New Banyuasin Port Tanjung Carat. "Kami senang mendengar penjelasan itu. Jadi nama proyeknya New Palembang Port, tapi nama pelabuhan nantinya akan menjadi New Banyuasin Port," tegasnya.
Penggantian Pelabuhan Boombaru
Erwin juga menjelaskan bahwa jika Pelabuhan Tanjung Carat beroperasi, maka Pelabuhan Boombaru, yang dinilai tidak efektif karena berada di pusat kota, akan dialihkan semua ke Tanjung Carat. Pelabuhan yang akan di-ground breaking pada awal 2026 ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Banyuasin.
"Dengan adanya pelabuhan itu nanti, maka pelabuhan di Boombaru akan ditutup setelah operasi. Nanti satu-satunya jalur pelabuhan itu adalah Palembang New Port atau New Banyuasin Port yang langsung ke samudra. Sehingga nanti tidak ada arus kendaraan besar masuk ke kota Palembang semuanya dipusatkan ke Tanjung Carat," paparnya.
Efisiensi Transportasi dan Infrastruktur
Ditambahkan Erwin, dengan adanya pelabuhan Samudra ini bisa memangkas jalur transportasi yang selama ini cukup panjang melalui darat untuk pelabuhan Samudera. "Jadi tidak lagi melalui Pelabuhan Bakauheni, cukup melalui kabupaten Banyuwangi dengan tol laut dan nanti ada tol Palembang-TAA," tuturnya.
Tujuan Pembangunan Ekonomi Biru
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat juga dianggap sebagai salah satu upaya menuju ekonomi biru. Erwin menilai bahwa pembangunan ini harus tetap mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya yang ada, termasuk membuka lapangan pekerjaan.
"Pembangunan pelabuhan ini adalah pelabuhan besar yang menguras biaya, tenaga, sumber daya dan lingkungan. Dimana dampak besar lingkungan, bekas semen, besi sampah dan berapa banyak tenaga kerja dan berdampak lingkungan yang tetap harus dijaga dan dilestarikan," pungkasnya.
Persiapan dan Evaluasi Pelabuhan Boombaru
Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang belum mengetahui secara pasti apakah operasional Pelabuhan Boombaru nanti akan dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Carat dan bagaimana penggunaannya. "Masih dikaji dan dibahas, dan masih di bahas pada tingkat provinsi dan yang terkait lainnya," singkat Walikota Palembang Ratu Dewa.
Di sisi lain, pihak PT Pelindo Regional 2 Palembang, selaku pengelola Pelabuhan Boombaru Palembang, enggan berkomentar terkait rencana penghentian operasional di Pelabuhan Boombaru jika Pelabuhan di Tanjung Carat beroperasional. "Namun yang pasti masih tetap (beroperasional), karena tidak boleh stop juga Pelabuhan dan menunggu siap operasi dulu, serta kesiapan fasilitas juga di Tanjung Carat," ungkap pihak Pelindo tanpa mau dikuti namanya.
Selain itu, pihaknya juga tidak mengetahui Pelabuhan Boombaru nanti akan dijadikan apa setelah operasionalnya berhenti. "Boombaru belum ada instruksi dari pusat, nantinya buat apa," tukasnya.