Pemkab Biak Numfor Libatkan Ahli Antropologi Perkuat Asal Noken

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Pemkab Biak Numfor Libatkan Ahli Antropologi Perkuat Asal Noken
Pemkab Biak Numfor Libatkan Ahli Antropologi Perkuat Asal Noken

Noken, Simbol Identitas Budaya Biak Numfor

Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, menegaskan bahwa Noken adalah simbol identitas orang Papua yang berasal dari Bahasa Biak. Ia menjelaskan bahwa istilah Noken sebenarnya berasal dari kata "Inoken" dalam bahasa Biak, yang digunakan oleh suku Biak sebagai wadah untuk menyimpan benda-benda berharga maupun makanan.

Pemda Biak Numfor akan mendeklarasikan Biak sebagai asal kata Noken pada Hari Noken Sedunia yang jatuh pada 4 Desember. Untuk memperkuat bukti sejarah, pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan Duta Noken Papua, Lembaga Antropologi Budaya Universitas Cenderawasih, serta tokoh budayawan Papua.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Wakil Bupati, Noken sudah dikenal di seluruh Papua dan Indonesia, namun banyak yang belum tahu bahwa kata tersebut berasal dari Biak. Oleh karena itu, pada 4 Desember nanti, pihaknya ingin mengembalikan nama Noken ke Biak sebagai bentuk pengakuan terhadap akar budaya lokal.

Peran Noken dalam Budaya Papua

Setiap daerah di Papua memiliki tas tradisional dengan sebutan berbeda, tetapi fungsi dasarnya sama yakni sebagai wadah serbaguna yang digantung di pundak atau kepala. Dari ciri khas itulah, masyarakat Biak ingin menegaskan makna asli Noken sebagai bagian dari identitas budaya yang berakar dari Biak Numfor.

Wakil Bupati juga mengajak masyarakat Biak Numfor untuk mencintai budaya lokal sebagai wujud pembentukan karakter dan kecintaan terhadap tanah Papua. Sejak Biak dijuluki sebagai kota budaya, setiap hari bahkan saat ibadah, masyarakat menggunakan Noken sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal.

Kepedulian terhadap Generasi Muda

Ia menekankan bahwa mencintai budaya berarti mencintai diri sendiri dan sesama. Wakil Bupati juga berpesan kepada generasi muda agar bangga menggunakan Noken sebagai wujud cinta akan budaya. Menurutnya, Noken berasal dari kata Inoken, dan anak-anak Papua, khususnya dari Biak, tidak boleh gengsi memakai Noken karena itulah simbol jati diri mereka.

Deklarasi yang akan digelar pada Desember nanti diharapkan dapat membuat warisan budaya Noken semakin diakui, dilestarikan, dan dimaknai sebagai simbol persatuan serta kebanggaan orang Papua.

Upaya Pemerintah Daerah

Untuk mendukung deklarasi ini, pemerintah daerah sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan guna memperkuat argumen sejarah dan budaya tentang asal usul kata Noken. Dengan dukungan dari Duta Noken dan antropolog, harapan besar diarahkan agar Noken dapat lebih dikenal dan dihargai secara nasional maupun internasional.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana untuk melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya Noken sebagai bagian dari identitas budaya Papua. Ini termasuk pelatihan, pameran, dan program pendidikan yang akan diadakan sebelum perayaan Hari Noken Sedunia.

Masa Depan Noken

Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, diharapkan Noken tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi alat untuk memperkuat identitas dan rasa percaya diri masyarakat Biak Numfor. Melalui deklarasi dan upaya pelestarian, Noken akan terus hidup dan menjadi bagian dari warisan budaya yang bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif yang bertujuan melestarikan Noken, baik melalui kebijakan, program pendidikan, maupun partisipasi masyarakat. Dengan begitu, Noken akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas orang Papua.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan