
Pemerintah Kabupaten Buol Perkuat Kesiapan Industri Nata De Coco
Pemerintah Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan potensi industri lokal yang berbasis produk turunan kelapa. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui Rapat Persiapan Pengurusan Legalitas Izin Edar Produk Nata De Coco. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Buol, Sulawesi Tengah, dan menjadi momen penting dalam memperkuat daya saing produk industri kecil menengah (IKM) serta mempercepat proses legalisasi dan perluasan pasar bagi produk lokal.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, termasuk Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh Yamin Ramin, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Staf Ahli Bidang SDM, Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, serta para kepala perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas PTSP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pentingnya Kerja Sama Lintas Sektor
Dalam arahannya, Wakil Bupati Buol menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mempercepat legalisasi dan membuka peluang kemitraan dengan jaringan ritel modern seperti Alfamidi dan Indomaret. Ia menyampaikan bahwa ke depan akan ada tambahan jaringan ritel seperti Alfamidi yang masuk ke Buol, sehingga menjadi kesempatan bagi produk lokal untuk bisa masuk ke sana.
“Syaratnya, kontinuitas produksi harus baik dan kualitasnya terjaga. Jika kerja sama ini berjalan, produk kita bisa menembus pasar yang lebih luas bukan hanya di gerai lokal, tapi juga di jaringan regional,” ujar Wabup.
Pembentukan Tim Percepatan
Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol akan membentuk tim percepatan untuk memastikan proses legalitas dan perizinan berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Tim ini akan fokus pada penyelesaian dokumen izin UKL-UPL, kelembagaan pelaku usaha, serta dokumen RPIK (Rencana Pembangunan Industri Kabupaten).
Wabup juga menegaskan bahwa penguatan struktur kelembagaan dan dokumen perencanaan menjadi prasyarat penting agar industri lokal Buol dapat menembus level kementerian. “Salah satu kendala utama kita selama ini adalah belum terintegrasinya dokumen Rencana Pengembangan Industri Kabupaten (RPIK). Padahal, dokumen ini menjadi pintu masuk utama agar program pengembangan industri di Kabupaten Buol bisa terkoneksi dengan kebijakan kementerian,” jelasnya.
Perlu Tata Kelola yang Profesional
Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Buol menyoroti perlunya tata kelola kelembagaan dan model usaha yang profesional agar program pengembangan industri lokal tidak berhenti di tengah jalan. Ia menekankan bahwa banyak program usaha rakyat sering berhenti setelah beberapa bulan karena kelembagaannya tidak kuat.
“Maka, struktur dan manajemen harus dibangun bersama agar usaha lokal benar-benar berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi,” ujarnya.
Proses Pembangunan Sentra Industri Nata De Coco
Plt. Kepala Dinas Kumperindag menjelaskan bahwa pembangunan sentra industri Nata De Coco di Desa Lamadong I telah dimulai sejak 2022 dengan dukungan dokumen lingkungan (UKL-UPL) dan pembinaan teknis lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa dari awal, pihaknya telah menyiapkan dokumen UKL-UPL dan melaksanakan seminar lingkungan. Namun, masih diperlukan penyempurnaan agar semua aspek legalitas, produksi, hingga pemasaran sesuai standar.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi teknis untuk percepatan izin edar,” terangnya.
Langkah-Langkah Strategis untuk Masa Depan
Pemerintah Kabupaten Buol berencana akan menggelar pertemuan lanjutan guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan produksi dan perizinan, hingga produk Nata De Coco benar-benar dapat beredar secara normal dan memenuhi standar keamanan pangan nasional.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Buol dalam memperkuat ekosistem industri Kelapa terpadu, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadikan Buol sebagai daerah agropolitan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.