
Kondisi Perekonomian Garut dan Strategi Pemberdayaan Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Garut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai diskusi dan pembahasan program yang bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Diskusi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pamengkang pada Jumat, 5 Desember 2025. Acara ini membahas berbagai isu seperti program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pengembangan ekonomi daerah, serta implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang kemudahan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi terhadap pemaparan kondisi perekonomian daerah dari perspektif keuangan yang disampaikan oleh OJK. Ia menekankan bahwa arah pembangunan ekonomi Garut harus lebih terukur dan terfokus, khususnya dalam penguatan UMKM dan komoditas unggulan.
"Kami bicara tentang upaya yang lebih fokus kepada pemberdayaan UMKM dan juga mengenai komoditi-komoditi yang menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, program ini sangat membantu pelaku usaha dari sisi permodalan karena bunga yang diberikan sangat murah.
"Bunganya sangat murah sekali menurut saya. Kita harap ini akan tersosialisasikan di masyarakat sehingga tidak ada alasan lagi terkait keterbatasan sumber dana," tambahnya.
Garut Masuk 3 Besar Jabar Penyaluran KUR
Kepala OJK Perwakilan Jawa Barat, Darwisman, menilai Kabupaten Garut memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Potensi ini mencakup kekayaan alam, pariwisata, hingga produk unggulan daerah.
Menurut Darwisman, inklusi keuangan memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan, mulai dari pengurangan angka kemiskinan, penanganan pengangguran, hingga percepatan penurunan stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ia turut mengapresiasi capaian penyaluran KUR Garut yang kini berada di peringkat tiga se-Jawa Barat. Namun demikian, ia menilai masih banyak ruang untuk memperluas inklusi keuangan, mengingat sebagian pelaku UMKM belum terhubung dengan layanan perbankan.
Darwisman menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan, termasuk literasi keuangan syariah. "Garut memiliki lebih dari 1.477 pondok pesantren. Ini modal besar untuk penguatan literasi keuangan berbasis masyarakat," ujarnya.
Dukung Komoditas Lokal Melalui Ekosistem Keuangan
OJK bersama Pemkab Garut sepakat mendukung komoditas lokal seperti domba, susu sapi perah, sapi pedaging, ayam, pisang, kopi, dan kentang agar semakin terkoneksi dengan ekosistem keuangan. Momentum peluncuran POJK Nomor 19 Tahun 2025 disebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
Darwisman menilai kepatuhan masyarakat tersebut menjadi modal besar bagi dunia perbankan untuk semakin percaya dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Dengan demikian, penguatan akses keuangan diharapkan mampu menuntun pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Garut secara berkelanjutan.
Darwisman juga mengungkapkan bahwa kualitas kredit di Kabupaten Garut berada pada tingkat yang sangat baik, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 3,88 persen. "Ini menunjukkan masyarakat Kabupaten Garut ternyata masyarakat yang sangat taat dan patuh untuk membayar kewajibannya kepada perbankan," ujarnya.