Pemkab Halmahera Selatan Dianugerahi Penghargaan atas Upaya Melestarikan Bahasa Lokal
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan mendapatkan penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Penghargaan ini diberikan dalam acara malam puncak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang berlangsung di Lapangan Ngara Lamo, Kota Ternate. Acara tersebut menjadi momen penting dalam mengapresiasi upaya daerah dalam menjaga keberlanjutan bahasa lokal.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kesungguhan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan bahasa lokal. Menurutnya, bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga menjadi media transmisi pengetahuan dan identitas kultural masyarakat di Bumi Saruma.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu indikator utama yang menjadi dasar pemberian penghargaan adalah program revitalisasi Bahasa Bacan yang dilaksanakan secara sistematis melalui pendekatan pendidikan partisipatif. Program ini mencoba memperkuat peran bahasa daerah dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Halmahera Selatan menggelar bimbingan teknis pengajar utama bahasa daerah pada 23–26 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan teori linguistik dan praktik edukasi lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa daerah.
Helmi menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga buah dari kolaborasi masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini milik seluruh warga, guru, siswa, orang tua serta komunitas adat yang merawat bahasa ibu di rumah, sekolah, dan ruang publik.
Lebih lanjut, politisi Partai Nasdem ini menekankan pentingnya kesinambungan program agar bahasa daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman. Ia berkomitmen untuk memperkuat program muatan lokal bahasa daerah dan memperluas pengimbasan hingga ke desa-desa.
Menurut Helmi, pelestarian bahasa bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga bagian dari pembangunan karakter generasi muda. Oleh karena itu, ia berharap literasi bahasa daerah di Halmahera Selatan terus dikembangkan. Tujuannya adalah agar anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan percaya diri menggunakan Bahasa Bacan serta bahasa lokal lainnya.
"Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan percaya diri menggunakan bahasa Bacan serta bahasa lokal lainnya," ujarnya.
Helmi menambahkan bahwa bahasa adalah jembatan peradaban. Dengan menjaganya, kita sedang menjaga identitas dan martabat masyarakat. Ia berharap upaya yang dilakukan dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.