
Penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik), Pemkab mendorong optimalisasi KDMP agar mampu menjadi pusat kegiatan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
Plt Kepala Diskopusmik Kabupaten Kediri, Santoso menjelaskan bahwa setiap desa memiliki keleluasaan mengembangkan jenis usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki. Ia menyebut, KDMP akan mendapatkan dukungan permodalan dari bank Himbara dengan nilai sekitar Rp 500 juta. "Sesuai dengan potensi di desa panjenengan semua, itu bisa dikembangkan. Untuk KDMP ini modalnya nanti sekitar Rp 500 juta dari bank Himbara. Sedangkan untuk pembangunan gerai nilainya sekitar Rp 2,5 miliar," kata Santoso saat membuka kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang digelar di Pendapa Kantor Kecamatan Kepung, Senin (15/12/2025) sore.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan anggota KDMP, BUMDes, serta kelompok petani se-Kecamatan Kepung. Menurut Santoso, program KDMP merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh desa. Pemerintah daerah siap melakukan pendampingan agar koperasi desa dapat berjalan sehat dan memberikan keuntungan bagi anggotanya.
"Ini kesempatan yang bagus, tolong bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalau ada kendala bisa dikoordinasikan dengan pendamping di kecamatan atau langsung ke Dinas Koperasi. Kami siap mendampingi sampai KDMP ini benar-benar berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan," jelasnya.
Saat ini, Santoso mengungkapkan bahwa di Kabupaten Kediri sudah terdapat sekitar 40 KDMP yang telah beroperasi. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring percepatan pembangunan gerai KDMP di seluruh desa. Dalam kesempatan tersebut, Santoso juga menjelaskan bahwa untuk teknis pencairan dana Rp 500 juta masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi.
Setelah juknis diterbitkan, dana tersebut baru bisa diimplementasikan di masing-masing KDMP sesuai ketentuan. Sementara itu, pembangunan gerai KDMP di setiap desa saat ini masih dalam proses. Pemerintah menargetkan seluruh gerai KDMP di Kabupaten Kediri dapat rampung paling lambat 31 Maret 2026.
Santoso juga mendorong sinergi antara KDMP dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, BUMDes dapat berperan sebagai agen Laku Pandai, sehingga dapat saling melengkapi dengan KDMP serta memberdayakan UMKM desa.
"Nanti BUMDes bisa menjadi agen Laku Pandai dan bekerja sama dengan KDMP serta UMKM desa. Harapannya, dua lembaga ini bisa berjalan bersamaan," harapnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Imam anggota KDMP, mengaku realisasi penggunaan modal usaha masih menunggu arahan resmi dari pemerintah daerah. Meski demikian, pihaknya sudah menyiapkan rencana usaha yang akan dijalankan.
"Kami masih menunggu teknis resminya setelah gerai jadi. Tapi rencana usaha sudah ada, seperti sembako, pupuk, dan LPG untuk kebutuhan masyarakat desa," katanya.
Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BNI, dan Bank BRI Kediri. Dalam kesempatan tersebut, para narasumber memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan yang sehat agar koperasi tidak mengalami pailit di kemudian hari.
Selain itu, OJK turut mengingatkan para peserta agar berhati-hati terhadap maraknya pinjaman online ilegal. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan kemudahan pinjaman yang berpotensi menimbulkan masalah hukum dan penipuan.
Melalui penguatan KDMP dan literasi keuangan ini, Pemkab Kediri berharap koperasi desa mampu menjadi pilar utama ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Sehingga perekonomian di desa benar-benar bisa tumbuh dan berkembang," pungkas Santoso.