Pemkab Manggarai Timur Dorong Regenerasi Kopi Arabika Petani untuk Tingkatkan Produktivitas

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Pemkab Manggarai Timur Dorong Regenerasi Kopi Arabika Petani untuk Tingkatkan Produktivitas
Pemkab Manggarai Timur Dorong Regenerasi Kopi Arabika Petani untuk Tingkatkan Produktivitas

Pemkab Manggarai Timur Ajak Petani Regenerasi Tanaman Kopi Arabika

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur mengajak para petani untuk melakukan regenerasi tanaman kopi arabika guna meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitasnya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, dalam wawancara dengan aiotrade di ruang kerjanya, Jumat 24 Oktober 2025.

Menurut Wabup Tarsisius, kopi Manggarai Timur memiliki rasa yang terbaik, sehingga perlu dilakukan regenerasi tanaman agar produktivitas dan aroma kopi tetap berkualitas. Saat ini, sebagian besar tanaman kopi sudah berusia tua, sehingga produksinya menurun. Untuk itu, pemerintah daerah meminta para petani untuk menebang semua pohon kopi yang sudah tua, kemudian mengolah tanah kembali dan menanam bibit kopi arabika yang baru.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang menyiapkan calon petani dan lahan untuk pembudidayaan kopi, termasuk kopi arabika sesuai program dari Kementerian Pertanian. Sebanyak 1000 hektare lahan diusulkan untuk pembudidayaan kopi arabika. Sedangkan untuk kopi robusta, lahan yang diusulkan terbanyak berada di daerah-daerah dengan ketinggian antara 800 hingga 500 meter di atas permukaan laut.

Sentis menyebutkan bahwa kopi arabika cocok dibudidayakan di wilayah Borong bagian utara, Ranamese bagian utara, Lamba Leda Selatan, Lamba Leda Timur, Congkar, Elar, Kota Komba, dan Kota Komba Utara. Ia juga mengakui bahwa produksi kopi arabika saat ini mengalami penurunan drastis karena berbagai faktor.

Salah satu penyebabnya adalah usia kopi yang sudah tua, sehingga diperlukan regenerasi untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, beberapa petani menanam kopi baru, tetapi buahnya tidak banyak karena menggunakan bibit yang tidak unggul. Penyebab lainnya adalah perawatan yang tidak maksimal, perubahan iklim, serta penggunaan tanaman pelindung yang bukan lagi pohon dadap. Penggunaan pohon dadap dapat meningkatkan produksi kopi.

Meski demikian, Sentis menyatakan bahwa pihaknya melalui petugas penyuluh lapangan di setiap desa terus memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada para petani. Petani diharapkan sudah bisa mengakses SOP terkait cara pembudidayaan kopi arabika yang baik melalui media.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti Rikolto melalui Asnikom, Yayasan Dharma Bakti Astra, dan LSM lainnya yang memfasilitasi pendampingan hingga pemasaran kopi arabika.

Kopi arabika juga selalu diekspor ke luar negeri seperti Eropa, Amerika, dan Asia. Meski jumlah ekspor tidak diketahui secara pasti karena adanya peraturan pemerintah terbaru yang melarang pos-pos hasil bumi di perbatasan, Sentis menyatakan bahwa masih ada ekspor kopi arabika melalui perusahaan-perusahaan seperti PT Sari Makmur Tunggal Mandiri Borong, PT Indokom, dan sejumlah pengepul di Ruteng.



Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan