
Persiapan Pemkab Sidoarjo Menghadapi Musim Penghujan
Menjelang datangnya musim penghujan yang diprediksi akan mulai terjadi pada November mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya banjir di sejumlah titik rawan. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menyiagakan 34 unit pompa air yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Eko Dwi Saptono, menjelaskan bahwa Pemkab Sidoarjo menyiagakan 34 pompa air. Salah satu lokasi penempatan pompa tersebut adalah di empat desa di Tanggulangin yang mengalami penurunan tanah. Menurutnya, pompa-pompa ini siap difungsikan jika terjadi genangan air.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Pompa kami jumlahnya 34 unit atau 34 rumah pompa, semuanya sudah ready difungsikan jika terjadi genangan," ujar Eko. Ia menambahkan bahwa pompa-pompa tersebut siap digunakan jika terjadi genangan air di wilayah tersebut pada saat musim penghujan.
Selain menyiagakan pompa air, Pemkab Sidoarjo juga gencar melakukan normalisasi sungai-sungai utama, terutama di kawasan timur Sidoarjo yang kerap mengalami genangan. Salah satu lokasi prioritas normalisasi adalah Sungai Kedung Peluk di Kecamatan Candi, dengan panjang sekitar tiga kilometer.
Eko menjelaskan bahwa fokus pengerjaan saat ini difokuskan di wilayah timur Sidoarjo. Ada empat titik normalisasi utama yang tengah dikerjakan dan semuanya bermuara ke arah hilir untuk memperlancar aliran air menuju laut.
Langkah-Langkah Penanggulangan Banjir
Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo dalam menghadapi musim penghujan:
-
Penyiagaan Pompa Air:
Pemkab Sidoarjo telah menyiagakan 34 unit pompa air di berbagai wilayah strategis. Pompa-pompa ini ditempatkan di area yang rentan terhadap genangan air, termasuk empat desa di Tanggulangin yang mengalami penurunan tanah. Semua pompa ini telah siap beroperasi jika dibutuhkan. -
Normalisasi Sungai-Sungai Utama:
Pemkab Sidoarjo melakukan normalisasi terhadap sungai-sungai utama, terutama di kawasan timur Sidoarjo. Normalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran air agar tidak terjadi genangan. -
Fokus pada Wilayah Timur:
Saat ini, fokus pengerjaan normalisasi difokuskan di wilayah timur Sidoarjo. Empat titik normalisasi utama sedang dikerjakan dan semua bermuara ke arah hilir untuk memperlancar aliran air ke laut. -
Peningkatan Kapasitas Drainase:
Selain normalisasi sungai, Pemkab Sidoarjo juga melakukan peningkatan kapasitas drainase di berbagai titik rawan. Hal ini bertujuan untuk memastikan air hujan dapat mengalir secara optimal.
Tantangan dan Upaya Pemkab Sidoarjo
Meskipun Pemkab Sidoarjo telah melakukan berbagai persiapan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kondisi tanah yang semakin menurun di beberapa daerah, seperti di empat desa di Tanggulangin. Hal ini memperparah risiko genangan air saat musim penghujan.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Sidoarjo tidak hanya mengandalkan pompa air, tetapi juga melakukan upaya jangka panjang seperti normalisasi sungai dan peningkatan infrastruktur drainase. Dengan kombinasi langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Sidoarjo.