Pemkab Sigi Ajak Anak Putus Sekolah Kembali Bersekolah

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Pemkab Sigi Ajak Anak Putus Sekolah Kembali Bersekolah


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, sedang gencar melakukan upaya untuk mengajak anak-anak yang putus sekolah kembali bersekolah. Langkah ini melibatkan seluruh kepala sekolah, camat, dan kepala desa di wilayah tersebut. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua anak usia sekolah dapat menikmati pendidikan yang layak.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, pada Jumat menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki data lengkap mengenai jumlah anak-anak yang putus sekolah di kabupaten ini. Ia meminta para kepala sekolah untuk bekerja sama dengan camat dan kepala desa guna melakukan pendataan dan mengajak anak-anak tersebut kembali ke sekolah. Pemkab Sigi berkomitmen untuk tidak lagi membiarkan adanya anak-anak yang tidak bersekolah di daerah ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah menyediakan seragam sekolah gratis untuk jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Seragam ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak yang tinggal di desil 1 dan 2 atau termasuk dalam kategori miskin ekstrem dan miskin. Dengan langkah ini, diharapkan bisa membantu mengurangi beban keluarga yang kurang mampu.

Berdasarkan data dari Pusdatin Kemendikbudristek tahun 2025, jumlah anak putus sekolah dan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Sigi mencapai 6.048 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.821 anak belum pernah bersekolah. Angka tertinggi tercatat di Kecamatan Sigi Biromaru, yaitu sebanyak 559 anak.

Selain itu, terdapat 981 anak yang putus sekolah dari kelas 1 hingga 12. Angka tertinggi terjadi di kelas 11 atau 2 SMA. Sementara itu, anak yang lama tidak masuk atau melanjutkan (LTM) berjumlah 1.246 orang, terdiri dari 407 anak di SD kelas 6 dan 839 anak di SMP kelas 9.

Bupati Rizal menekankan pentingnya mengetahui penyebab utama mengapa anak-anak ini belum dimasukkan ke sekolah meskipun sudah mencapai usia sekolah. Ia juga memastikan bahwa tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apapun di sekolah-sekolah di Sigi. Hal ini bertujuan agar setiap anak dapat mengakses pendidikan tanpa adanya hambatan finansial.

Beberapa strategi lain yang diterapkan oleh Pemkab Sigi antara lain:

  • Koordinasi lintas sektor: Melibatkan seluruh elemen masyarakat seperti guru, camat, dan kepala desa untuk memastikan pelaksanaan program ini berjalan efektif.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Melalui sosialisasi dan edukasi kepada orang tua, agar mereka memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
  • Pemantauan berkala: Menyusun sistem pemantauan untuk mengetahui perkembangan anak-anak yang kembali bersekolah dan memastikan tidak ada yang kembali putus sekolah.

Dengan komitmen dan langkah-langkah yang telah diambil, Pemkab Sigi berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Upaya ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan