Pemkab Trenggalek Pastikan Operasional Koperasi Merah Putih Berjalan Lancar

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 14x dilihat
Pemkab Trenggalek Pastikan Operasional Koperasi Merah Putih Berjalan Lancar
Pemkab Trenggalek Pastikan Operasional Koperasi Merah Putih Berjalan Lancar

Koperasi Merah Putih di Kabupaten Trenggalek: Tantangan dan Peluang

Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah terbentuk sebanyak 157 koperasi desa merah putih (KDMP) dan koperasi kelurahan merah putih (KKMP). Namun, dari jumlah tersebut hanya lima koperasi yang sudah beroperasi secara penuh. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan koperasi-koperasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Untuk mempercepat operasional koperasi merah putih, Pemkab Trenggalek saat ini tengah melakukan pendataan aset desa dan kelurahan. Tujuannya adalah untuk menyiapkan lahan atau tempat yang akan digunakan sebagai gerai koperasi merah putih. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden nomor 17 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pendataan aset-aset desa dan kelurahan yang akan digunakan sebagai lokasi gerai koperasi. "Kita sedang melakukan pendataan aset-aset desa untuk pendirian gerai KDMP dan aset-aset kelurahan untuk pendirian gerai KKMP," ujarnya.

Selain itu, Dinas Komidag juga menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memetakan potensi kerjasama antara koperasi merah putih dengan BUMN. Beberapa BUMN yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN; PLN; Bulog; ID Food; Pertagas; Kantor Pos, dan lainnya.

Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk memperluas peluang bisnis koperasi merah putih. Saniran menyebutkan, "Harapannya BUMN akan melakukan sosialisasi dan bisa mengetahui potensi apa di desa tersebut yang bisa dikerjasamakan dengan KDKMP. Mungkin hitung-hitungan profitnya akan kelihatan, proses bisnisnya bagaimana, pesanan dan sebagainya."

Persiapan Sumber Daya Manusia

Salah satu tantangan lain yang dihadapi koperasi merah putih adalah ketersediaan SDM pengurus yang kompeten. Saat ini, mayoritas pengurus koperasi adalah orang-orang baru yang masih awam di dunia koperasi. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Komidag memberikan bimbingan teknis dan sosialisasi tentang tata kelolaan koperasi, pengetahuan perkoperasian, serta manajemen dan kelembagaan koperasi.

Saniran menekankan pentingnya tata kelola yang mantap dan kuat agar pengurus koperasi lebih memahami aturan main perkoperasian. "Tata kelola kelembagaannya harus mantap, kuat sehingga mereka akan tahu persis aturan main perkoperasian. Kemudian tentang manajemen usaha dan perencanaan, permodalan. Jangan sampai ada penyimpangan dan keragu-raguan serta potensi risiko, maka harus kita beri informasi itu," ujarnya.

Selain itu, pengurus koperasi juga harus mampu mengelola dan melaporkan keuangan koperasi, termasuk tata cara melakukan rapat anggota setiap akhir tahunnya. Saniran menyatakan bahwa persiapan SDM menjadi hal penting sebelum koperasi benar-benar beroperasi. Oleh karena itu, di Trenggalek baru lima koperasi yang saat ini sudah beroperasi.

Kerja Sama dan Pendanaan

Lima koperasi yang sudah beroperasi antara lain KDMP Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, yang bekerja sama dengan Dapur MBG atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Selain itu, KDMP Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, KDMP Kedung Sigit, Kecamatan Karangan, dan KDMP Wonoanti, Kecamatan Gandusari, yang bekerja sama dengan PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) dalam rangka penyediaan sembako.

Sementara itu, KDMP Desa Ngares akan difasilitasi kerja sama dengan toko swalayan berjejaring untuk mengoperasionalkan koperasi. Dalam hal pendanaan, koperasi merah putih bisa mengajukan pinjaman hingga Rp 3 miliar dengan bunga 6 persen per tahun berdasarkan Permenkeu 49/2025. Di Kabupaten Trenggalek, BRI ditunjuk sebagai lembaga yang menyalurkan pinjaman tersebut.

Pinjaman ini dibagi menjadi dua skema, yaitu Rp 500 juta untuk operasional dan Rp 2,5 miliar untuk investasi. Namun, Saniran menegaskan bahwa pinjaman bukan satu-satunya akses modal. Ada banyak alternatif lain seperti modal penyertaan dari anggota dan hibah.

Optimisme dan Harapan

Saniran optimis bahwa bisnis koperasi merah putih akan berkembang dan mendapatkan antusias dari masyarakat karena harga yang dipatok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ia juga memastikan bahwa keberadaan koperasi merah putih tidak akan mematikan toko kelontong. "Nanti itu bagian dari jaringan kolaborasi. Harapannya nanti peraturan undang-undangnya juga akan keluar. Jadi tidak mematikan perekonomian yang sudah ada karena memang prinsip pendirian koperasi itu meningkatkan perekonomian di desa," pungkasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan