Pemko Palangka Raya Diminta Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Pemko Palangka Raya Diminta Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir dan Cuaca Ekstrem

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jati Asmoro, menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem yang mulai terjadi di wilayah setempat. Ia menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan harus segera dilakukan untuk meminimalkan dampak bencana.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

β€œKita tidak bisa menunggu sampai terjadi bencana. Pemerintah kota harus memastikan seluruh perangkat penanganan bencana siaga penuh, terutama di kawasan rawan banjir,” ujarnya pada Rabu (12/11/2025).

Jati menjelaskan bahwa antisipasi dini menjadi langkah penting agar dampak dari bencana dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Ia menilai bahwa peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan berintensitas tinggi hingga 8 November 2025 harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pemantauan dan patroli: BPBD Kota Palangka Raya telah memetakan wilayah rawan banjir dan melakukan patroli di sekitar Sungai Kahayan serta Sungai Rungan. Namun, ia menilai bahwa pemantauan dan patroli sudah baik, tetapi kesiapan di lapangan juga penting.
  • Kesiapan peralatan: Jati menegaskan bahwa jangan sampai ketika debit air meningkat, petugas dan warga kesulitan melakukan evakuasi karena peralatan belum siap.
  • Edukasi dan sosialisasi: Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan saat banjir, titik evakuasi, dan nomor darurat perlu disampaikan secara masif agar risiko korban jiwa dapat ditekan.

Selain itu, Jati juga menyarankan agar pemerintah kota bekerja sama dengan instansi terkait untuk memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup. Hal ini termasuk pelatihan bagi petugas dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Ia juga menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah kota, BPBD, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kejadian banjir tidak lagi menimbulkan kerugian yang besar.

Peningkatan kesiapsiagaan juga melibatkan pengembangan infrastruktur yang mampu menahan curah hujan tinggi. Misalnya, penguatan tanggul sungai dan pengelolaan limbah yang tepat agar tidak menyumbat aliran air.

Selain itu, Jati menilai pentingnya adanya sistem informasi yang cepat dan akurat untuk memberikan pemberitahuan kepada masyarakat tentang ancaman banjir. Sistem ini bisa berupa aplikasi atau media sosial yang mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman banjir dan cuaca ekstrem. Selain itu, pemerintah kota juga perlu terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap strategi penanggulangan bencana.

Kesimpulan

Kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi banjir dan cuaca ekstrem sangat penting untuk melindungi masyarakat dan mengurangi kerugian yang bisa terjadi. Dengan tindakan proaktif dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, BPBD, dan masyarakat, diharapkan kondisi yang aman dan nyaman dapat tercapai.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan