Pemkot Bontang Pastikan Dapur MBG Punya Izin, Keamanan Pangan Jadi Prioritas

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Pemkot Bontang Pastikan Dapur MBG Punya Izin, Keamanan Pangan Jadi Prioritas


aiotrade, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Bontang meningkatkan pengawasan terhadap standar kebersihan dan kehalalan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah beberapa daerah melaporkan kasus keracunan makanan yang semakin marak.

Untuk memastikan kualitas pangan yang diberikan kepada masyarakat, pihak berwenang melakukan pemantauan terhadap perizinan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat kesehatan di Sentra Pangan dan Produk Gizi (SPPG), yang menjadi pusat penyediaan menu MBG.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memperkuat keamanan pangan. Ia menekankan pentingnya memastikan semua pelaku usaha kuliner, termasuk yang ada di dapur MBG, memiliki izin resmi dan memenuhi standar higiene serta kesehatan.

"Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa makanan yang diterima oleh penerima MBG aman, sehat, dan berkualitas. Ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi.

Pemantauan dilakukan dengan kolaborasi antara DPMPTSP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang. Fokusnya adalah pada area pengolahan makanan di sentra-sentra kuliner produktif. Tim gabungan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan pelaku usaha mematuhi standar kebersihan, sanitasi, dan kehalalan produk sesuai ketentuan yang berlaku.

Aspiannur menambahkan bahwa dapur MBG di SPPG merupakan salah satu basis kuliner yang penting di Bontang. "Kami ingin menjadikan area ini sebagai contoh penerapan standar higiene dan kesehatan yang baik, sehingga bisa menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha lainnya," katanya.

Selain itu, monitoring berkala juga berfungsi sebagai langkah preventif terhadap potensi insiden keracunan makanan. Melalui pendampingan yang terukur, pelaku usaha SPPG diharapkan lebih sadar akan pentingnya protokol kesehatan dalam operasional dapur mereka.

Adapun, ia berharap kebijakan ini dapat memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan pangan di Kota Bontang. Selain itu, diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha kuliner yang sehat, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

Langkah-Langkah Pemantauan

  • Verifikasi Izin
    Tim gabungan melakukan pengecekan terhadap perizinan seperti SLHS dan sertifikat kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh pelaku usaha telah memenuhi regulasi yang berlaku.

  • Pemeriksaan Lapangan
    Tim melakukan kunjungan langsung ke sentra-sentra kuliner untuk memverifikasi kepatuhan terhadap standar higiene dan sanitasi. Pemeriksaan ini mencakup kondisi ruangan, alat masak, dan proses pengolahan makanan.

  • Pelatihan dan Pendampingan
    Pelaku usaha diberikan bimbingan dan pelatihan terkait protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi dalam menjaga kualitas pangan.

  • Evaluasi Berkala
    Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa standar yang ditetapkan tetap dipatuhi. Evaluasi ini juga membantu mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin muncul.

Tujuan Pemantauan

  • Mencegah Keracunan Makanan
    Dengan memastikan kualitas pangan, risiko keracunan dapat diminimalkan. Pemantauan rutin membantu mendeteksi dini adanya gangguan kesehatan.

  • Menjaga Kepercayaan Masyarakat
    Program MBG harus dijalankan dengan transparan dan aman agar masyarakat percaya bahwa makanan yang diberikan benar-benar layak dikonsumsi.

  • Meningkatkan Standar Usaha Kuliner
    Dengan menjadikan SPPG sebagai contoh, pelaku usaha lain diharapkan ikut meningkatkan standar kualitas dan kebersihan di tempat usahanya masing-masing.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan