
Pemkot Bontang Putuskan Tunda Pembentukan Tim Sepak Bola Liga 3
Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, akhirnya memutuskan untuk tidak terburu-buru terjun ke Liga 3 Indonesia tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian rapat bersama Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bontang dan sejumlah perwakilan perusahaan daerah pada Kamis (23/10/2025). Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah bentuk kemunduran, melainkan langkah realistis agar pembentukan tim sepak bola Bontang Khatulistiwa FC benar-benar matang secara manajemen, finansial, dan pembinaan pemain.
“Kami sepakat menunda dulu agar persiapannya maksimal. Kalau dipaksakan tahun ini, takutnya tidak siap dari sisi tim maupun pendanaan,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (24/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Agus Haris, pemerintah ingin memastikan bahwa klub yang akan dibentuk nantinya tidak hanya sekadar ikut liga, tetapi kompetitif dan berkelanjutan. Karena itu, Pemkot bersama Askot PSSI akan fokus pada penyusunan struktur manajemen, pembinaan atlet lokal, dan penguatan dukungan dari dunia industri.
“Kami ingin klub ini punya fondasi kuat. Tidak hanya semangat, tapi juga struktur yang profesional, mulai dari pelatih, pemain, hingga sponsor,” tambahnya.
Agus Haris juga menyebut, dukungan pendanaan dari perusahaan-perusahaan di Bontang menjadi kunci penting agar tim ini bisa berdiri kokoh. Pihaknya akan segera melakukan roadshow ke sejumlah perusahaan untuk membangun komitmen bersama dalam pembentukan klub.
Proses Akuisisi Klub Liga 3 Memerlukan Perencanaan Cermat
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menjelaskan bahwa proses akuisisi klub Liga 3 memerlukan perencanaan yang cermat, termasuk aspek legalitas, lisensi, dan kesiapan finansial.
“Kami sudah membidik beberapa klub yang bisa diakuisisi. Tapi semua butuh proses dan dana yang cukup besar. Jadi lebih baik disiapkan matang agar tidak setengah jalan,” jelasnya.
Andi menambahkan, hasil kesepakatan forum menetapkan target Bontang akan resmi berkompetisi di Liga 3 pada tahun 2026, dengan memanfaatkan 2025 sebagai tahun pembentukan dan penguatan organisasi.
“Kalau persiapan berjalan baik, tahun depan kita bisa tampil dengan skuad yang benar-benar siap,” ujarnya.
Fokus pada Penguatan Struktur Manajemen dan Dukungan Finansial
Dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengikuti Liga 3, Pemkot Bontang dan Askot PSSI akan bekerja sama untuk memperkuat struktur manajemen klub. Hal ini mencakup pengadaan pelatih berkualitas, pengembangan pemain lokal, serta pencarian sponsor yang mampu mendukung keberlanjutan klub.
Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada pembinaan atlet lokal, sehingga klub dapat memiliki basis pemain yang kuat dan berkompeten. Ini menjadi salah satu faktor penting agar klub mampu bertahan di kompetisi nasional.
Roadshow ke Perusahaan Daerah untuk Membangun Komitmen Bersama
Untuk memastikan kesiapan finansial, Pemkot Bontang akan segera melakukan roadshow ke sejumlah perusahaan daerah di Bontang. Tujuannya adalah untuk membangun komitmen bersama dalam pendanaan klub. Dengan adanya dukungan dari sektor swasta, klub diharapkan dapat memiliki anggaran yang cukup untuk memenuhi standar Liga 3.
Agus Haris menekankan bahwa pendanaan yang stabil sangat penting agar klub tidak mengalami kendala dalam menjalani kompetisi. “Kami ingin klub ini bisa berdiri kokoh tanpa tergantung pada dana darurat,” katanya.
Target Kompetisi pada Tahun 2026
Dari hasil diskusi yang dilakukan, pihak terkait menetapkan target bahwa Bontang akan resmi berkompetisi di Liga 3 pada tahun 2026. Tahun 2025 akan digunakan sebagai tahun pembentukan dan penguatan organisasi. Dengan begitu, seluruh elemen yang terlibat dalam pembentukan klub dapat mempersiapkan diri secara maksimal.
“Jika semua persiapan berjalan lancar, maka tahun depan kita bisa tampil dengan skuad yang benar-benar siap,” kata Andi Faizal Sofyan Hasdam.