Pemkot Bukittinggi Perkenalkan Logo dan Maskot MTQ Nasional ke-41 Sumbar

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Pemkot Bukittinggi Perkenalkan Logo dan Maskot MTQ Nasional ke-41 Sumbar
Pemkot Bukittinggi Perkenalkan Logo dan Maskot MTQ Nasional ke-41 Sumbar

Peluncuran Logo dan Maskot MTQ Nasional ke-41 di Bukittinggi

Pemkot Bukittinggi resmi meluncurkan logo dan maskot untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Acara peluncuran ini digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan rangkaian acara MTQ yang akan berlangsung pada 13–18 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Logo dan maskot yang diluncurkan memiliki makna yang kaya akan simbolisme. Logo menggambarkan semangat persatuan dan kebersamaan, sementara maskot mencerminkan identitas lokal yang khas dari daerah Minangkabau. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Bukittinggi dalam menyajikan ajang bergengsi dengan nuansa budaya dan agama yang kuat.

Lokasi Pelaksanaan MTQ

Pelaksanaan MTQ Nasional ke-41 akan berlangsung di 16 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bukittinggi. Beberapa tempat utama yang akan digunakan antara lain:

  • Lapangan Kantin sebagai venue utama
  • 11 masjid di setiap kecamatan
  • Gedung RRI
  • Auditorium Pustaka Bung Hatta
  • GOR Bermawi
  • MAN 2 Bukittinggi

Ketua Pelaksana MTQN ke-41, diwakili oleh Kakan Kemenag Bukittinggi Eri Iswandi, menjelaskan bahwa peluncuran logo dan maskot merupakan tanda dimulainya rangkaian kegiatan MTQ. Ia juga menekankan pentingnya persiapan matang dalam penyelenggaraan acara ini.

Peran MTQ dalam Masyarakat

Ketua LPTQ Provinsi Sumatra Barat, diwakili oleh Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumbar, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bukittinggi atas kesiapan menjadi tuan rumah. Menurutnya, MTQ bukan hanya sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Selain itu, penyelenggaraan MTQ diharapkan memberi dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan hadirnya sekitar 20 ribu pengunjung, acara ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Peran Pemkot Bukittinggi

Gubernur Sumbar, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zakri, menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan mempererat ukhuwah antardaerah. Ia mengapresiasi kesiapan Pemkot Bukittinggi yang telah mempersiapkan segala hal dengan matang.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan rasa syukur atas peluncuran logo dan maskot MTQ ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas kepercayaan yang diberikan kepada Bukittinggi sebagai tuan rumah. Persiapan pelaksanaan MTQ telah dilakukan melalui berbagai tahapan, termasuk sayembara logo dan maskot yang diikuti oleh 47 peserta.

Sejarah dan Identitas Kota Bukittinggi

Ramlan juga menjelaskan bahwa Kota Bukittinggi memiliki sejarah panjang dalam penyiaran Islam dan perjuangan bangsa. Dari ranah Minangkabau yang berdekatan dengan Bukittinggi lahir banyak tokoh besar, salah satunya pendiri Diniyyah Putri Padang Panjang, yang dikenal sebagai pelopor pendidikan dan penyiaran Islam di tingkat nasional.

"Kota Bukittinggi tidak hanya dikenal sebagai kota perjuangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pengembangan dan penyiaran agama Islam," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini Pemkot Bukittinggi sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan dan Daerah Khusus, untuk memperkuat identitas, nilai sejarah, dan karakter keislaman yang telah melekat sejak dahulu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan