
Pemenuhan Layanan Air Bersih di Kota Cimahi
Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi masyarakat. Tujuan utamanya adalah mencapai 100.000 Sambungan Rumah (SR) se-Kota Cimahi. Selain jumlah SR yang harus dipenuhi, kualitas air juga menjadi perhatian serius.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira dalam acara Bimbingan Teknik (Bimtek) bagi Kelompok Pengelola dan Pemanfaat Air (KP2A) se-Kota Cimahi di Pandiga Educreation Sport Jalan Sirnarasa, Senin 20 Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jangkauan air bersih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Jika hanya mengandalkan kemampuan daerah, akan sangat berat tanpa adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Setiap tahun, kami hanya mampu membangun sekitar 500 SR, kadang dengan bantuan dari pusat maupun provinsi. Namun, kebutuhan mencapai puluhan ribu SR," ujarnya.
Adhitia menekankan bahwa Kota Cimahi memiliki arti "Air Yang Cukup". "Cimahi berasal dari kata 'caina mahi'. Yang menjadi pertanyaan, apakah airnya berkualitas? Banyak fenomena keracunan makanan bergizi gratis (MBG), salah satu penyebabnya adalah kualitas air," tambahnya.
Pemerintah Kota Cimahi memiliki BLUD Air Minum yang mengolah air melalui Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM). Sumber air baku berasal dari aliran Sungai Cimahi di kawasan kompleks Pemkot Cimahi. "BLUD saat ini melayani sekitar 8.000 SR. Di tahun ini, di Cigugur Tengah akan dibangun sekitar 435 SR, serta di Citeureup. Selain itu, ada bantuan dari provinsi untuk memenuhi layanan air bersih," jelasnya.
Sebagian masyarakat Kota Cimahi mendapat pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Raharja, sementara wilayah lain menggunakan layanan dari Perumda Tirtawening. "Namun, kondisi SR dan pipa milik Perumda Tirta Raharja kebanyakan sudah tua dan tidak mengalir, sehingga banyak warga yang mengeluh ke Pemkot Cimahi," ujar Adhitia.
Pihaknya berharap, ke depan layanan air bersih bisa digabungkan dalam satu naungan. "Ada beberapa skema dalam pemenuhan layanan air bersih. Salah satunya adalah akuisisi layanan SR dari PDAM Tirta Raharja maupun PDAM Tirtawening," katanya.
Upaya Pemerintah dalam Memenuhi Kebutuhan Air Bersih
Berikut beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemkot Cimahi:
- Pembangunan SR: Setiap tahun, pemerintah mampu membangun sekitar 500 SR. Dengan bantuan dari pusat dan provinsi, jumlah SR yang dibangun bisa ditingkatkan.
- Koordinasi dengan Pihak Lain: Kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan provinsi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan layanan air bersih.
- Pembenahan Infrastruktur: Pemkot Cimahi sedang berupaya memperbaiki infrastruktur air bersih, termasuk penggantian pipa dan SR yang rusak atau usang.
- Penggunaan Sumber Air yang Aman: BLUD Air Minum menggunakan aliran Sungai Cimahi sebagai sumber air baku. Proses pengolahan air dilakukan secara optimal untuk memastikan kualitas air yang baik.
Tantangan dalam Pemenuhan Layanan Air Bersih
Meskipun ada upaya yang dilakukan, masih terdapat tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Cimahi:
- Keterbatasan Anggaran: Pembangunan SR memerlukan dana yang cukup besar. Keterbatasan anggaran membuat proses pembangunan lebih lambat.
- Infrastruktur yang Tua: Sebagian besar SR dan pipa milik Perumda Tirta Raharja sudah tua, sehingga menyebabkan masalah dalam distribusi air.
- Kualitas Air: Masalah kualitas air tetap menjadi perhatian, karena bisa berdampak pada kesehatan masyarakat.
Langkah Ke Depan
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkot Cimahi berencana melakukan beberapa langkah:
- Akuisisi Layanan SR: Menggabungkan layanan air bersih dari PDAM Tirta Raharja dan PDAM Tirtawening dalam satu sistem.
- Peningkatan Kapasitas SPAM: Meningkatkan kapasitas Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) agar dapat melayani lebih banyak SR.
- Peningkatan Kolaborasi: Memperkuat kerja sama dengan pihak lain, seperti pusat dan provinsi, untuk mempercepat pembangunan SR.
- Edukasi Masyarakat: Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas air dan penggunaan air secara efisien.