Pemkot Denpasar Potong Anggaran Bus Trans Metro Dewata 50 Persen

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Pemkot Denpasar Potong Anggaran Bus Trans Metro Dewata 50 Persen
Pemkot Denpasar Potong Anggaran Bus Trans Metro Dewata 50 Persen

Pemangkasan Anggaran Trans Metro Dewata, Pemkot Denpasar Evaluasi Efektivitas Layanan

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar sedang mempertimbangkan untuk memangkas anggaran yang dialokasikan untuk Bus Trans Metro Dewata. Rencana ini mencakup pengurangan hingga 50 persen dari anggaran yang sebelumnya diberikan. Alasan utama di balik keputusan ini adalah karena penerapan layanan bus tersebut dinilai belum efektif dalam memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengungkapkan bahwa anggaran yang digunakan harus bermanfaat dan berbasis kinerja. Ia menegaskan bahwa kendaraan angkutan umum wajib ada di setiap daerah sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Namun, dari sisi perhitungan akademik, Trans Metro Dewata masih belum mencapai tingkat efektivitas yang diharapkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Trans Metro Dewata dari sisi perhitungan akademiknya itu tidak mencapai 50 persen. Hanya 27 sekian persen," jelasnya. Ia juga menyebut bahwa setiap hari, bus ini terlihat lalu lalang di jalanan Denpasar, tetapi jumlah penumpangnya sangat minim.

"Penumpangnya tidak lebih dari 5 orang, menimbulkan kemacetan dan polusi udara," tambahnya. Jaya Negara menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengabaikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi lebih menekankan pada efektivitas penggunaan anggaran.

Ia juga menyebut bahwa feeder Trans Metro Dewata belum siap beroperasi secara maksimal. "Berhenti di tengah jalan, sementara jalan kami kecil, ini kan akan berdampak terutama polusinya. Kasihan juga mobilnya keliling terus tanpa ada penumpang," ujarnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemkot Denpasar akan melakukan kajian lanjutan dan rencananya akan memangkas anggaran sebesar 50 persen. "Jadi kita akan mengkaji dulu. Kayaknya kita akan kurangi 50 persen dulu," kata Jaya Negara.

Skema Pendanaan Trans Metro Dewata

Sebelumnya, Trans Metro Dewata sempat berhenti beroperasi. Setelah itu, pembiayaan operasional bus ini dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota di wilayah Sarbagita, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Skema pendanaan dibagi menjadi 30 persen dari Pemprov Bali dan 70 persen dari pemerintah daerah di wilayah Sarbagita.

Dalam penandatanganan MoU kerja sama untuk tahun anggaran 2026, total pembiayaannya hampir mencapai Rp59 miliar. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Kota Denpasar: sekitar Rp16 miliar
  • Kabupaten Badung: sekitar Rp15 miliar
  • Kabupaten Gianyar: sekitar Rp5 miliar
  • Kabupaten Tabanan: hampir Rp2 miliar

Sementara itu, Pemprov Bali akan menyumbangkan 30 persen dari total anggaran yang dialokasikan, yakni sekitar Rp16 miliar.

Dampak Pemangkasan Anggaran

Dengan adanya rencana pemangkasan anggaran hingga 50 persen, maka Pemkot Denpasar kemungkinan hanya akan menganggarkan sekitar Rp8 miliar di tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana daerah serta memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan