Pemkot Semarang dan Undip Gelar Kampanye #Ngadudilaporsemar di CFD

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Pemkot Semarang dan Undip Gelar Kampanye #Ngadudilaporsemar di CFD

Kampanye #Ngadudilaporsemar untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan Banjir

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro menggelar kampanye bertajuk #Ngadudilaporsemar di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Minggu (26/10). Kampanye ini bertujuan untuk mempercepat respons penanganan banjir dengan mengoptimalkan kanal pengaduan masyarakat Lapor Semar Solusi AWP.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kampanye tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil survei yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kanal pengaduan publik. Dari hasil survei, tercatat hanya 40 persen responden yang mengetahui kanal Lapor Semar Solusi AWP, 75 persen belum memahami cara melapor, dan 98 persen masih ragu terhadap tindak lanjut aduan.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak pada efektivitas pelayanan publik, termasuk dalam penanganan banjir. Pemerintah Kota Semarang menyambut baik sinergi ini sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat, khususnya kalangan akademisi, untuk memperkuat layanan publik. Melalui kampanye Lapor Semar Solusi AWP, kami berharap masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkannya untuk melaporkan kondisi darurat, termasuk banjir, ujar Yudi.

Berdasarkan data kanal Lapor Semar Solusi AWP, selama Oktober tercatat 61 laporan banjir dari masyarakat, terutama di wilayah Kaligawe, Tlogosari, Terboyo Wetan, Genuksari, Sawah Besar, Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, Sambirejo, dan Kauman. Seluruh laporan tersebut diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti secara terukur dan transparan.

Pendekatan Kreatif dalam Kampanye #Ngadudilaporsemar

Kegiatan #Ngadudilaporsemar dikemas dengan pendekatan kreatif untuk menarik perhatian masyarakat, di antaranya parade orasi di seputar Simpang Lima, pertunjukan teater bertajuk Sebuah Seni Bersuara, acoustic jamming, photo booth gratis, serta pembagian merchandise. Ke depannya, kampanye akan dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi di tingkat RW dan sekolah menengah.

Masyarakat pun tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Berdasarkan survei yang dilakukan di lokasi acara, 100 persen responden menyatakan kegiatan ini menarik dan bermanfaat, sedangkan 89,2 persen responden mengaku mulai mengenal kanal Lapor Semar serta memahami cara melaporkannya.

Salah satu peserta, Wita (46), warga Tegalsari, mengaku baru mengetahui adanya kanal pengaduan publik milik Pemkot Semarang melalui kegiatan ini. Saya baru tahu ternyata kita bisa langsung menyampaikan laporan ke pemerintah lewat kanal Lapor Semar. Kebetulan saya ingin melaporkan PJU yang mati di dekat rumah melalui booth lapor on the spot. Seru, banyak hadiah dan gratis photo booth pula, ujarnya.

Berbagai Kanal Pengaduan yang Diperkenalkan

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan berbagai kanal pengaduan publik, di antaranya melalui WhatsApp di nomor 0812-15000-51, laman laporsemar.semarangkota.go.id atau laporsemar.lapor.go.id, serta aplikasi Lapor Semar yang bisa diunduh melalui Play Store. Seluruh laporan yang masuk akan diproses dan dimonitor secara transparan oleh perangkat daerah terkait.

Kanal Aduan Lapor Semar ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat tanggap, transparan, dan partisipatif, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti banjir. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanal pengaduan, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penanganan berbagai isu yang dihadapi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan