
Pemkot Pematangsiantar Resmi Alihkan Operasional Bus ke Terminal Tanjung Pinggir
Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar telah resmi mengalihkan operasional Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ke Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Sumatera Utara. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menertibkan Perusahaan Otobus (PO) yang selama ini menaikkan dan menurunkan penumpang di pusat kota.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang menjelaskan, pihaknya telah menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota mengenai Tim Optimalisasi Pemanfaatan Terminal Tanjung Pinggir. "Ini atas kesepakatan bersama agar PO yang selama ini beroperasi di inti kota pindah ke Terminal Tanjung Pinggir dan permanen kita fungsikan," ujar Junaedi pada Rabu (17/12/2025).
Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, yang terletak di Jalan Letda Usmansjah Saragih, Kecamatan Siantar Martoba, diresmikan pada Februari 2023 dan dikelola oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Menurut Junaedi, terminal ini merupakan satu dari lima terminal tipe A di Sumatera Utara, namun belum berfungsi maksimal. Hal ini disebabkan oleh banyaknya terminal bayangan di pusat kota yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Pemkot Pematangsiantar juga berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana terminal, termasuk pengaspalan jalan, pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), dan rambu lalu lintas. "Kami juga menyediakan meubelair di dalam gedung," tambahnya.
Seluruh PO Diminta Segera Daftar
Kepala UPT Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Rita Sinaga, menyatakan bahwa sarana dan prasarana di terminal telah memenuhi standar. Ia mengimbau kepada PO untuk segera datang ke terminal dan memilih tempat yang telah disediakan. "Sehingga tidak ada lagi yang di luar terminal. Untuk lokasi PO, sudah kita sediakan. Seluruh PO segera daftar untuk penempatan loket," ujar Rita.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pematangsiantar, Daniel Hamonangan Siregar menjelaskan, optimalisasi terminal akan dilakukan bertahap. Selain melakukan sosialisasi kepada PO Bus, pihaknya juga mengerahkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menjaga agar bus tidak masuk ke pusat kota. "Kami juga telah memasang rambu-rambu yang menyatakan bus dilarang masuk," ujarnya.
Meski demikian, beberapa loket bus AKDP dan AKAP masih belum menghentikan operasionalnya secara permanen. Beberapa bus masih ngetem di terminal dan melintas melalui rute biasa menuju loket, seperti loket PT Eldivo dan Ohana di Jalan Pattimura, serta loket-loket lainnya di Jalan Sutomo dan Jalan Renville.
Tanggapan dari Perwakilan Perusahaan Otobus
Perwakilan PT Eldivo, Dongan Pandiangan, menyatakan kesiapan untuk mengikuti aturan yang ditetapkan, asalkan seluruh PO juga pindah ke terminal. "Kami siap mengikuti aturan. Tapi semua PO harus sama-sama pindah ke Terminal Tanjung Pinggir," tutur dia.
Hal serupa disampaikan perwakilan PT Intra-PT Sentra, Hendriben Situmorang, yang meminta agar angkutan desa (angdes) juga diarahkan untuk masuk ke Terminal Tanjung Pinggir. "Mengingat banyak calon penumpang yang juga berasal dari sejumlah kecamatan di luar Kota Pematangsiantar," ujarnya.