Pemkot Surabaya Tangani Anak Putus Sekolah di Krembangan dengan Cepat

admin.aiotrade 22 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Pemkot Surabaya Tangani Anak Putus Sekolah di Krembangan dengan Cepat
Pemkot Surabaya Tangani Anak Putus Sekolah di Krembangan dengan Cepat

Penanganan Anak Putus Sekolah di Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera merespons laporan mengenai anak putus sekolah di Jalan Krembangan Bhakti 2/4B, RT 002/RW 002, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Respons ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Surabaya Yusuf Masruh dan Camat Krembangan Harun Ismail pada Rabu (22/10/2025) sore.

Penjangkauan dan Identifikasi

Menurut Kadispendik Surabaya, Yusuf Masruh, setelah dilakukan penjangkauan oleh Kelurahan Kemayoran, diketahui bahwa Putri Gita Taria, 20, pernah bersekolah di SMP Negeri 5. Setelah lulus jenjang SMP, Putri tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA karena alasan ekonomi. “Jadi tidak benar (putus sekolah jenjang SMP), tapi tidak melanjutkan ke jenjang SMA,” kata Yusuf.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Yusuf menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya akan melakukan pendampingan kepada Putri agar bisa melanjutkan pendidikan SMA. Salah satu solusi yang disiapkan adalah program Kejar Paket C melalui Program Krisna. Program ini merupakan inovasi dari Dinas Pendidikan untuk membantu anak-anak yang putus sekolah di Kota Surabaya.

Fasilitasi dan Pelatihan

“Jadi nanti akan mengikuti Paket C Krisna di Dupak, biayanya gratis. Nanti lakukan pendampingan, kita pantau melalui kecamatan dan kelurahan untuk keberlangsungannya. Di paket itu kan juga nggak setiap hari, dan ada jadwal-jadwal tertentu, dan jamnya juga disepakati,” jelas Yusuf.

Selain itu, pemkot juga akan melakukan pemantauan terhadap adik Putri, yaitu Ristiyo Ari Prabakti, 9, yang kini duduk di bangku kelas 2 SD. Yusuf menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah agar Ristiyo tidak putus sekolah. Ia juga menambahkan bahwa pemkot akan berkoordinasi dengan pihak swasta jika diperlukan.

Peran Camat Krembangan

Camat Krembangan Harun Ismail menjelaskan bahwa Putri dan Ristiyo adalah anak kandung Mariyati, 34, warga Jalan Krembangan Bhakti 2/4B RT 002/RW 002, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Menurut Harun, Putri adalah anak pertama Mariyati.

“Dia punya dua anak, yang anak pertama itu sudah lulus SMP, setelah lulus dari SMPN 5 kemudian putus sekolah karena alasan ekonomi. Nah, adiknya kelas 2 SD di sekolah Islam Nurul Huda,” kata Harun.

Harun menegaskan bahwa Putri akan segera difasilitasi untuk mengikuti kejar paket C melalui program Krisna. “Nanti akan segera kita ikutkan kejar paket C, kebetulan di Balai RW 3 Dupak, Kecamatan Krembangan, itu ada Program Krisna itu,” jelasnya.

Bantuan Tambahan

Selain itu, Kecamatan Krembangan melalui Kelurahan Kemayoran akan memfasilitasi Putri antar jemput ke sekolah secara gratis. Selain itu, pemkot juga akan memberikan pendampingan berupa pelatihan skill untuk Putri.

“Ada program-program yang akan kita tawarkan ke dia, seperti pelatihan memasak, membuat kue, salon, merias dan sebagainya. Sementara ini (statusnya) menganggur,” ujarnya.

Kondisi Keluarga

Harun menerangkan bahwa Maryati setiap harinya bekerja sebagai buruh cuci rumah tangga dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp1,5 juta per bulan. Berdasarkan data keluarga miskin Pemkot Surabaya, ia juga menjelaskan bahwa Maryati bukan termasuk kategori keluarga Non miskin (Non Gamis). Meski demikian, pemkot akan terus melakukan pemantauan terhadap keluarga Mariyati ke depannya.

Harapan Masa Depan

Harun berharap, setelah Putri melanjutkan pendidikan kejar paket C, derajat keluarganya dapat meningkat hingga melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Yang bersangkutan (Mariyati) juga berharap bisa mendapat bantuan pekerjaan padat karya dan pelatihan keterampilan. Kita akan lakukan pendampingan terus sampai lulus. Yang terpenting, kita segera masukkan terlebih dahulu untuk kejar paket C,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan