Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh
Pemerintah Provinsi Aceh sedang mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun 2025. Fokus utama dari langkah-langkah ini adalah pada akurasi data kerusakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, dalam rapat evaluasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah kabupaten/kota di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu, 24 Desember 2025. Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan bahwa evaluasi hari ini difokuskan pada tiga hal utama, yaitu laporan perkembangan harian penanganan bencana, tindak lanjut rapat bersama Menteri Koordinator Infrastruktur, serta evaluasi kinerja enam klaster penanggulangan bencana hidrometeorologi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan laporan harian hingga 24 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, tercatat 502 orang meninggal dunia, 31 orang masih dinyatakan hilang, 474 orang mengalami luka berat, dan 4.939 orang luka ringan. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
Jumlah pengungsian saat ini tercatat 2.174 titik dengan total 372.721 jiwa atau 93.406 kepala keluarga. Meski jumlah pengungsi menurun, titik pengungsian justru bertambah karena sebagian warga memilih membangun hunian sementara mandiri di sekitar rumah masing-masing.
“Secara administratif, kondisi tersebut tetap kami kategorikan sebagai titik pengungsian,” jelasnya.
Kerusakan Infrastruktur yang Luas
Kerusakan infrastruktur tercatat cukup luas, meliputi 220 unit perkantoran, 633 rumah ibadah, 549 sekolah, 669 dayah atau pesantren, dan 193 fasilitas kesehatan. Selain itu, terdapat 1.098 ruas jalan dan 492 jembatan yang terdampak.
Sementara di sektor ekonomi dan pertanian, bencana mengakibatkan 133.534 unit rumah terdampak, 56.387 ternak mati, 72.406 hektare sawah rusak, serta 23.307 hektare kebun dan 39.505 hektare lahan lainnya terdampak di 18 kabupaten/kota.
“Seluruh data ini menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan penanganan dan pemulihan ke depan. Karena itu, validasi data terus kami lakukan agar benar-benar akurat,” tegas Sekda Aceh.
Langkah Strategis yang Diambil
Menindaklanjuti rapat bersama Menko Infrastruktur pada 19 Desember 2025, Pemerintah Aceh telah menjalankan sejumlah langkah strategis, di antaranya sinkronisasi data kerusakan antara pusat dan daerah, penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, serta inventarisasi lahan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap).
Hingga 24 Desember 2025, telah teridentifikasi 48 lokasi lahan potensial di enam kabupaten/kota dengan luas total 125,24 hektare untuk kebutuhan Huntara dan Huntap.
Selain itu, Pemerintah Aceh juga menyiapkan pembentukan tim penyusunan Laporan Kerusakan dan Kerugian (L3B) Hidrometeorologi Aceh sebagai dasar penyusunan peta jalan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pendanaan untuk Pemulihan
Untuk mendukung percepatan pemulihan, Pemerintah Aceh telah mengusulkan penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp145 miliar kepada BNPB, yang akan digunakan untuk pembersihan lingkungan, rumah warga, serta fasilitas ibadah dan pendidikan.
“Langkah cepat yang kami dorong adalah mengembalikan masyarakat dari tenda pengungsian ke rumah masing-masing. Jika ini tercapai, aktivitas ekonomi akan kembali bergerak dan beban sosial dapat ditekan,” ujar M. Nasir.
Persiapan Masa Depan yang Lebih Baik
Ke depan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilaksanakan berbasis data spasial dan mitigasi risiko, guna memastikan pembangunan kembali yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Yang paling ditunggu masyarakat adalah kepastian perbaikan dan pembangunan rumah. Karena itu, lahan harus benar-benar clear and clean agar perencanaan dapat segera dijalankan,” pungkasnya.