
Penjelasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Terkait Banjir di Kota Semarang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa banjir yang terjadi di Kota Semarang tidak berkaitan dengan proyek pembangunan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak yang sedang berlangsung. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami telah melakukan pemeriksaan dan tidak ada kaitan antara banjir dengan pembangunan tol," ujarnya. "Penyebab utamanya adalah curah hujan yang sangat tinggi akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir."
Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, yang sebagian konstruksinya berada di atas laut, diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut. Sebelumnya, kawasan perbatasan antara Kota Semarang dan Kebupaten Demak sering terendam banjir rob, sehingga beberapa desa terpaksa tenggelam.
Untuk mengurangi genangan air di Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengaktifkan delapan mesin pompa. Banjir yang melanda kota ini telah berlangsung selama tiga hari terakhir, sehingga mengganggu jalur pantai utara atau Pantura.
Sebelumnya, hanya enam pompa yang dikerahkan, namun kini ditambah dua unit tambahan. "Jika kemarin mampu menyedot air sebanyak 1.400 liter per detik, maka dengan penambahan dua pompa, kapasitasnya meningkat menjadi 1.900 liter per detik," jelas Henggar Budi Anggoro.
Delapan pompa tersebut dipasang di sekitar Kali Tenggang, dua di Terboyo, dan tiga di Kali Sringin. Selain itu, dua pompa tambahan akan dipasang di titik efektif guna membantu proses pembuangan air genangan. Kerja sama ini dilakukan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Banjir
Selain penggunaan pompa, pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca dan alur sungai untuk memastikan tidak ada kebocoran sistem drainase. Pemprov Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini tentang curah hujan dan potensi bencana.
Beberapa langkah lain yang dilakukan antara lain: * Peningkatan koordinasi antar instansi terkait. * Pemantauan rutin terhadap kondisi saluran air dan tanggul. * Pengajuan bantuan dari pihak luar jika diperlukan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan sekitar agar tidak memperparah kondisi banjir. Beberapa kebijakan seperti larangan membuang sampah sembarangan juga ditegakkan guna mencegah tersumbatnya saluran air.
Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan banjir di Kota Semarang dapat segera teratasi dan kehidupan masyarakat kembali normal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus memantau situasi dan siap melakukan langkah-langkah lebih lanjut jika diperlukan.