Masalah Pencemaran Lingkungan Akibat Uji Coba Operasional RDF Rorotan
Uji coba operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan menghadapi berbagai kendala yang memicu protes dari warga sekitar. Salah satu masalah utama adalah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh bau tidak sedap. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Komisi D DPRD DKI Jakarta, yang meminta agar uji coba operasional sementara dihentikan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melakukan rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta. Menurutnya, lebih baik berhenti sementara untuk melakukan evaluasi daripada memaksakan beroperasi dan menimbulkan masalah baru.
"Kita tetap beranggapan lebih baik berhenti sejenak untuk evaluasi daripada memaksakan beroperasi tapi menimbulkan masalah baru," ujar Yuke dalam pernyataannya pada Selasa (11/11/2025).
Berdasarkan penjelasan dari Dinas LH DKI Jakarta, sumber bau yang dikeluhkan masyarakat berasal dari proses pengangkutan sampah menuju fasilitas RDF. Banyak truk compactor yang digunakan dalam pengangkutan sampah mengalami kebocoran, sehingga air lindi dari sampah basah mencemari jalur pengiriman.
"Diduga, penyebab utamanya bukan dari proses di dalam RDF, melainkan dari transportasi pengangkut sampah," jelas Yuke.
Evaluasi Menyeluruh Diperlukan
Yuke menambahkan bahwa penghentian uji coba operasional dilakukan agar Dinas LH dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi ini mencakup beberapa aspek penting, seperti:
- Kendaraan angkut sampah yang harus diganti dengan truk dalam kondisi prima
- Sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
- Fasilitas pengolahan sampah yang memadai
Menurut dia, kendala operasional ini wajar karena RDF Rorotan merupakan proyek baru dan memerlukan penyesuaian. Ia berharap penundaan ini tidak berlangsung lama dan Dinas terkait serta pihak KSO (Kerja Sama Operasional) sudah didorong untuk segera memperbaiki semua kendala agar RDF bisa kembali beroperasi secara optimal.
Target Operasional dan Penyesuaian Bertahap
Penundaan uji coba operasional ini ditargetkan berlangsung selama dua pekan, setelah itu akan dilakukan kembali secara bertahap. Yuke menegaskan bahwa prosesnya harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap, pastikan kendaraan pengangkut, sistem IPAL, dan seluruh fasilitas benar-benar siap.
Tujuan dari penundaan ini adalah agar pada Desember 2025, target pengolahan 2.500 ton sampah per hari dapat dilakukan tanpa kendala. Dan pada tahun 2026, RDF Rorotan benar-benar bisa beroperasi penuh.
"Jadi walaupun ada sedikit keterlambatan, harapannya RDF bisa segera berfungsi penuh dan mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPA Bantar Gebang," tegas Yuke.