
Pemprov DKI Jakarta Berupaya Memulihkan Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memberikan perhatian penuh kepada para korban dan warga sekolah SMAN 72 Jakarta pasca-insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu. Berbagai langkah cepat dilakukan agar proses pemulihan, baik fisik maupun psikologis, berjalan optimal.
Hingga Minggu (9/11/2025), tercatat 30 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, 14 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan satu orang di RS Pertamina Jaya. Pemprov DKI memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis terbaik serta pemantauan kondisi secara berkelanjutan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, mengatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan psikologis selama masa pemulihan, termasuk saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung. “Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah,” kata Iin di Jakarta.
Ia menambahkan, Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) juga telah disiagakan di lingkungan sekolah untuk memberikan dukungan psikis bagi siswa, guru, dan keluarga terdampak, termasuk warga sekitar yang membutuhkan layanan konseling gratis.
Selain itu, Dinas Kesehatan DKI telah menyiapkan jadwal pendampingan klinis serta menurunkan tenaga medis untuk korban yang masih memerlukan perawatan lanjutan. Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) guna memastikan ketersediaan tenaga psikolog bagi para korban.
Proses Pembelajaran Jarak Jauh Dilakukan Sementara
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa lokasi SMAN 72 hingga kini masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian. Karena itu, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara daring (online) mulai Senin (10/11/2025), hingga kondisi sekolah dinyatakan aman digunakan kembali.
"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Nantinya, kelas akan diisi oleh wali kelas dan psikolog, dengan kegiatan seperti olahraga dan seni agar anak-anak bisa pulih dan kembali merasa aman," kata Nahdiana.
Ia menambahkan, sebelum kegiatan belajar dimulai, pihak sekolah juga akan mengundang orang tua siswa untuk memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pemulihan yang dilakukan bersama psikolog dan pihak wilayah setempat. “Saat ini, petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP telah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik,” ujarnya.
Upaya Bersama Untuk Memastikan Keamanan Sekolah
Pemprov DKI Jakarta terus memastikan bahwa semua langkah yang dilakukan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi siswa, guru, serta masyarakat sekitar. Selain itu, pihak sekolah juga sedang melakukan evaluasi terhadap fasilitas dan infrastruktur untuk memastikan tidak ada risiko yang mengancam keselamatan siswa.
Dalam upaya mempercepat proses pemulihan, pihak dinas terkait juga berkolaborasi dengan organisasi masyarakat dan lembaga kesehatan untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang maksimal. Tidak hanya itu, mereka juga memastikan bahwa para korban tidak mengalami trauma jangka panjang akibat insiden tersebut.
Seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan warga sekolah. Dengan kerja sama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar dan membawa kembali keadaan normal di SMAN 72 Jakarta.