
PALANGKA RAYA, aiotrade.CO
Pemerataan akses internet di Kalimantan Tengah masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Meskipun beberapa program pengurangan area tanpa jaringan (blank spot) telah dilaksanakan, kenyataannya di lapangan masih banyak wilayah yang belum terjangkau oleh layanan internet.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 2.080 titik yang diajukan untuk penguatan jaringan internet.
Total ada sekitar 2.080 titik yang diajukan. Karena desa itu luas, jadi di dalamnya kami persilakan usulan dari daerah, kemudian tetap kita verifikasi dan validasi di lapangan, ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Rangga, pendekatan awal program pengurangan blank spot memang difokuskan pada fasilitas pemerintahan desa, seperti kantor desa yang saat ini telah terkoneksi internet. Namun, menurutnya, jika dilihat secara menyeluruh, kebutuhan akses internet tidak hanya terbatas di kantor desa, tetapi juga mencakup fasilitas umum lainnya.
Kalau melihat satu desa secara utuh, tentu fasilitas publik lain seperti sekolah, pustu, dan tempat layanan masyarakat juga harus terjangkau, jelasnya.
Rangga mengakui sejumlah wilayah di Kalteng masih menghadapi kendala akses jaringan, terutama di daerah pedalaman. Beberapa wilayah yang masih mengalami kesulitan antara lain:
- Kotawaringin Barat
- Wilayah Arut Utara
- Kotim seperti Antang Kalang dan Parenggean
- Sebagian wilayah Murung Raya
Ini hampir merata, ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah provinsi menyiapkan penguatan jaringan internet pada 2026 dengan menyasar fasilitas publik di desa, khususnya di wilayah yang masih blank spot. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan digital masyarakat, sekaligus mendukung pelayanan publik di daerah.
Fokus kita ke fasilitas yang bisa diakses publik, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, pungkasnya.
Permasalahan Akses Internet di Wilayah Pedalaman
Masalah akses internet di wilayah pedalaman Kalteng tidak hanya terjadi di satu atau dua daerah saja. Faktor geografis, seperti daerah dataran rendah dan perbukitan, sering kali menghambat penyebaran jaringan. Selain itu, infrastruktur yang kurang memadai juga menjadi hambatan utama.
Beberapa langkah sudah dilakukan, seperti pemasangan menara dan penggunaan teknologi wireless. Namun, proses ini memerlukan waktu dan dana yang cukup besar. Pemerintah setempat berkomitmen untuk terus meningkatkan akses internet, terutama di daerah yang belum terlayani.
Langkah yang Dilakukan
Dalam upaya pemerataan akses internet, pemerintah Kalteng melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Pengajuan usulan dari masyarakat dan daerah untuk identifikasi titik-titik yang membutuhkan penguatan jaringan
- Verifikasi dan validasi data di lapangan untuk memastikan akurasi informasi
- Penyediaan anggaran khusus untuk pembangunan infrastruktur jaringan internet
- Kerja sama dengan pihak swasta dan instansi terkait untuk mempercepat pelaksanaan proyek
Program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam hal pendidikan, kesehatan, dan pelayanan administrasi.
Harapan Masa Depan
Dengan adanya rencana penguatan jaringan internet pada tahun 2026, diharapkan akses internet akan semakin merata dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berharap bahwa dengan akses internet yang baik, masyarakat akan lebih mudah dalam mengakses informasi dan layanan digital.
Selain itu, penguatan jaringan internet juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat di daerah terpencil akan mendapatkan manfaat yang sama dengan masyarakat di perkotaan.