
Pelatihan e-BLUD untuk Meningkatkan Tata Kelola Keuangan di Kalimantan Tengah
Tata kelola keuangan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) masih menjadi tantangan serius di Kalimantan Tengah. Pengelolaan yang belum optimal kerap menghambat mutu layanan publik, sehingga dibutuhkan sistem yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar Pelatihan dan Pendampingan Implementasi e-BLUD di Hotel Aurila Palangka Raya, Rabu (1/10/2025).
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko menegaskan bahwa e-BLUD hadir sebagai instrumen digitalisasi tata kelola agar lebih adaptif. Aplikasi ini memungkinkan integrasi data keuangan, penyusunan rencana bisnis anggaran, serta monitoring dan evaluasi yang lebih transparan dan real time.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia mengatakan, melalui e-BLUD, pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus menerapkan praktik bisnis yang sehat. Karena itu, penerapan e-BLUD sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pejabat pengelola, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Yuas berharap seluruh peserta pelatihan mampu memahami mekanisme aplikasi e-BLUD. “Meningkatkan kompetensi teknis dalam pengelolaan keuangan, serta berkomitmen untuk menerapkannya secara konsisten di unit kerja masing-masing,” ujarnya. Hal itu, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan publik yang bermutu demi memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Perkembangan e-BLUD di Kalteng terbilang pesat, dari hanya dua e-BLUD pada 2022, kini meningkat menjadi 69 e-BLUD pada 2025. “Lalu 69 totalnya yang milik provinsi yang baru dibentuk kemarin masih 59,” tambahnya.
Peran BLUD dalam Peningkatan Layanan Publik
BLUD berperan penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang terjangkau, peningkatan pendidikan bagi sumber daya manusia yang beretika, hingga mendorong kesejahteraan ekonomi melalui optimalisasi PAD dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Adapun beberapa manfaat utama dari penerapan e-BLUD antara lain:
- Peningkatan Transparansi: Dengan sistem digital, semua proses keuangan dapat dipantau secara real time, sehingga mengurangi risiko korupsi atau kesalahan pengelolaan dana.
- Efisiensi Operasional: Proses administrasi dan pelaporan keuangan menjadi lebih cepat dan akurat, mengurangi beban kerja petugas.
- Akuntabilitas yang Lebih Baik: Data yang tersimpan dalam sistem dapat digunakan untuk evaluasi kinerja dan pengambilan keputusan yang lebih tepat.
- Peningkatan Kualitas Layanan: Dengan sistem yang lebih baik, layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan dapat ditingkatkan kualitasnya.
Langkah-Langkah dalam Penerapan e-BLUD
Untuk memastikan keberhasilan penerapan e-BLUD, Pemerintah Provinsi Kalteng melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Pelatihan dan Pendampingan: Mengadakan pelatihan rutin bagi para pengelola BLUD agar mereka memahami dan mampu menggunakan sistem e-BLUD secara efektif.
- Koordinasi dengan Instansi Terkait: Melibatkan berbagai instansi pemerintah daerah untuk memastikan keterlibatan aktif dalam implementasi sistem.
- Pemantauan Berkala: Melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja BLUD untuk memastikan bahwa sistem berjalan sesuai harapan.
- Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Memberikan pelatihan tambahan bagi staf BLUD agar mereka memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelola sistem digital.
Dengan penerapan e-BLUD, diharapkan tata kelola keuangan di Kalimantan Tengah akan semakin baik, sehingga mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.