
Kunjungan Kerja DPRD Kutai Barat ke Pemprov Kaltim
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Barat. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan program Gratispol dan Jospol. Acara berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Tepian 1, Kantor Gubernur Kaltim, pada Rabu (22/10/2025). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, didampingi sejumlah pejabat perangkat daerah.
Turut hadir Kepala Dinas PUPR dan PERA Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin, bersama jajaran perangkat daerah lainnya. Sementara dari pihak DPRD Kutai Barat hadir Ketua DPRD Ridwai, Wakil Ketua I Agustinus, serta jajaran Komisi I, yakni H. Elison (Ketua Komisi), Sadli, Agus Sopian, Rosalyen, Hendrik, dan Nanang Aspianur.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Fokus Pembangunan Infrastruktur di Kutai Barat
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Seno Aji menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja DPRD Kutai Barat. Ia menegaskan bahwa permasalahan utama di wilayah tersebut masih berkaitan dengan kondisi infrastruktur dasar yang perlu dipercepat pembangunannya.
“Kemarin saya baru pulang dari Kutai Barat dan langsung meninjau jalur Kubar–Mahakam Ulu. Progresnya sudah sekitar 45 persen, dan kami targetkan pada akhir 2025 kerusakan jalan tersisa hanya 20–30 persen. Pekerjaan ini akan dituntaskan hingga 2027,” ujar Seno Aji.
Gratispol, Langkah Pemprov Wujudkan Pendidikan Gratis
Selain persoalan infrastruktur, Wagub juga memaparkan implementasi program unggulan Pemprov Kaltim, yakni Gratispol (Gratis Biaya Sekolah dan Kuliah), yang menjadi bagian dari visi-misi prioritas dalam RPJMD Kaltim.
“Program Gratispol kami tujukan untuk membantu mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Tahun 2025, bantuan UKT sudah kami berikan kepada mahasiswa semester satu di 52 universitas negeri dan swasta,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun anggaran 2026, Pemprov Kaltim akan mengalokasikan dana untuk membebaskan biaya UKT bagi mahasiswa semester 1 hingga 8 di seluruh perguruan tinggi di wilayah Kaltim.
“Mulai 2026, seluruh mahasiswa di Kaltim tidak perlu lagi membayar UKT. Untuk mahasiswa yang kuliah di luar daerah, beasiswa tetap kami berikan, tetapi kami prioritaskan bagi calon guru dan dokter dengan ikatan dinas agar mereka kembali mengabdi di Kaltim,” tutur Seno.
Rencana Pembangunan RS Tipe B di Kutai Barat
Wagub juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan di Kalimantan Timur yang masih belum terpenuhi. Menurutnya, daerah tersebut kekurangan sekitar 1.200 dokter dan tenaga medis.
“Tahun depan, Pemprov berencana membangun rumah sakit tipe B di Kutai Barat. Namun, kami masih menunggu kepastian lahan hibah dari pemerintah kabupaten,” ungkapnya.
Ia menilai, lokasi yang paling ideal berada di Kecamatan Tering, karena strategis—dekat dengan Mahakam Ulu dan mudah dijangkau dari Barong Tongkok maupun pelabuhan Tering.
“Dengan adanya fasilitas tersebut, pelayanan kesehatan masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu akan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.
DPRD Kutai Barat Dorong Sinkronisasi Beasiswa
Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai mengapresiasi sambutan dan dukungan Pemprov Kaltim terhadap peningkatan pembangunan dan pendidikan di daerahnya. Menurut Ridwai, kunjungan kerja ini bertujuan mencari solusi atas tantangan ekonomi daerah sekaligus mengevaluasi efektivitas penyaluran beasiswa Gratispol.
“Selama ini banyak mahasiswa asal Kutai Barat yang kuliah di luar daerah, namun setelah lulus tidak bisa berkontribusi di daerah asal karena bidang keahliannya tidak sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya.
Ridwai berharap, ke depan, penyaluran beasiswa diarahkan pada jurusan yang relevan dengan potensi daerah, seperti pertambangan, perkebunan, dan pertanian.
“Kami ingin agar anak-anak kami menempuh pendidikan di bidang yang benar-benar dibutuhkan. Sehingga, ketika mereka kembali ke Kutai Barat, ilmu dan keahliannya bisa langsung dimanfaatkan,” tegasnya.