
Pembatalan Festival Kopi Pemprov Papua Tengah
Festival Kopi yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah di eks Bandara Lama Nabire, yang seharusnya digelar pada 10-11 November 2025, akhirnya dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah seluruh persiapan acara mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada hari pelaksanaan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menjelaskan bahwa cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan besar pada berbagai infrastruktur yang telah disiapkan. Tenda-tenda yang telah dipasang terbang terbawa angin kencang, sedangkan videotron yang sudah terpasang juga roboh. Hal ini membuat panitia pelaksana dan Event Organizer (EO) memutuskan untuk membatalkan acara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Jadi tenda-tenda terbang terbawa angin kencang, bahkan videotron yang sudah terpasang juga roboh. Makanya panitia pelaksana bersama Event Organizer (EO) membatalkan (ivent)," ujar Eliezer dalam rekaman suaranya yang diperoleh aiotrade, Rabu, 12 November 2025.
Pembatalan acara ini telah dilaporkan kepada Gubernur Papua Tengah dan mendapatkan persetujuan karena faktor cuaca yang sangat tidak mendukung. Meski begitu, kegiatan ini akan dijadwalkan ulang. Jika memungkinkan, festival kopi akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Namun, jika tidak bisa, maka akan diprogramkan untuk tahun depan.
Penyebab Pembatalan Acara
Cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin, 10 November 2025, sekitar pukul 11.00 WIT, menjadi penyebab utama pembatalan festival. Angin kencang yang melanda area eks Bandara Lama Nabire menyebabkan kerusakan yang signifikan. Seluruh persiapan yang telah matang selama beberapa bulan terakhir akhirnya rusak dalam hitungan jam.
Eliezer Yogi mengungkapkan bahwa kekecewaan yang dirasakan oleh pihak penyelenggara sangat besar. Persiapan acara yang telah dilakukan dengan koordinasi intensif dengan delapan kabupaten dan para bupati pun harus dibatalkan. Ia menegaskan bahwa festival ini bukan hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga bagian dari upaya Pemprov Papua Tengah untuk menjadikan kopi sebagai komoditas primadona di wilayah tersebut selama lima tahun ke depan, sesuai visi dan misi gubernur.
Rencana Penggantian Acara
Meskipun acara dibatalkan, pihak penyelenggara tetap berkomitmen untuk menggelar Festival Kopi kembali. Rencananya, kegiatan ini akan dijadwalkan ulang. Jika memungkinkan, penggantiannya akan dilakukan pada akhir tahun ini. Namun, jika tidak ada kesempatan, maka akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Eliezer menegaskan bahwa semua pihak terkait akan bekerja sama untuk memastikan keberhasilan festival yang akan datang. "Kegiatannya akan dijadwalkan ulang. Jika memungkinkan, festival kopi akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Tapi jika tidak bisa ya maka akan diprogramkan untuk tahun depan," katanya.
Komentar dari Pihak Terkait
Dalam pernyataannya, Eliezer juga menyampaikan rasa kecewa atas pembatalan acara. Ia mengakui bahwa persiapan yang telah dilakukan sangat matang, termasuk koordinasi dengan delapan kabupaten dan rencana hadirnya para bupati. Namun, kondisi alam yang tidak terduga memaksa mereka untuk mengambil keputusan sulit.
Festival Kopi ini diharapkan mampu meningkatkan promosi kopi lokal dan memberikan wadah bagi para petani kopi di Papua Tengah. Dengan pembatalan ini, pihak penyelenggara berharap dapat segera merancang ulang kegiatan yang lebih baik dan siap menghadapi segala tantangan.