Pemprov Sulbar Dukung Pembangunan Irigasi Rp25 Miliar di Desa Paku Polman

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 26x dilihat
Pemprov Sulbar Dukung Pembangunan Irigasi Rp25 Miliar di Desa Paku Polman
Pemprov Sulbar Dukung Pembangunan Irigasi Rp25 Miliar di Desa Paku Polman

Kolaborasi Pemerintah Daerah Membawa Perubahan untuk Desa Paku

Desa Paku, yang terletak di Kecamatan Binuang, Sulawesi Barat, akan segera mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat. Hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah menghasilkan pembangunan jaringan irigasi dengan anggaran sekitar Rp25 miliar. Proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.

Bupati Polman, Samsul Mahmud, menyampaikan informasi tersebut saat hadir dalam kegiatan Rapat Turun Sawah di areal Bendungan Lakejo, Desa Dakka, Polman. Ia menegaskan bahwa bantuan anggaran ini tidak lepas dari perhatian dan dukungan penuh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Berkat dukungan Pak Gubernur Sulbar, irigasi yang ada di Paku kita dapat bantuan anggaran kurang lebih Rp25 miliar dan akan dibangun tahun 2026,” ujar Samsul Mahmud.

Menurutnya, irigasi di Desa Paku sudah hampir 30 tahun tidak pernah dikerjakan, sehingga pengairan ke lahan pertanian warga tidak maksimal.

“Sudah hampir tiga dekade irigasi itu tidak tersentuh. Alhamdulillah, berkat support dan perhatian Pak Gubernur serta kerja sama kita semua, akhirnya tahun 2026 akan dikerjakan,” tambahnya.

Tugas BBWS Pompengan dalam Pembangunan Irigasi

Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menjelaskan bahwa irigasi di Kecamatan Binuang tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan, Sulawesi Selatan.

“Ternyata wilayah kerjanya itu bukan di Sulawesi Barat, tapi di Sulawesi Selatan. Jadi nanti yang akan mengerjakan adalah BBWS Pompengan, bukan balai yang ada di Sulbar,” terang SDK.

Dengan penjelasan ini, diharapkan proses pembangunan irigasi dapat berjalan lancar sesuai rencana. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Paku dan wilayah sekitarnya.

Peran Penting Irigasi dalam Pertanian

Irigasi merupakan salah satu komponen penting dalam pertanian, terutama di daerah yang bergantung pada air untuk kebutuhan tanaman. Tanpa sistem irigasi yang baik, para petani akan kesulitan dalam memperoleh pasokan air yang cukup untuk lahan mereka.

Di Desa Paku, kondisi irigasi yang tidak terawat selama bertahun-tahun telah menyebabkan ketidakstabilan pasokan air. Hal ini tentu saja berdampak pada hasil panen dan kesejahteraan para petani.

Dengan adanya pembangunan jaringan irigasi baru, diharapkan bisa memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat setempat. Proyek ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Rencana Pembangunan dan Tahun Pelaksanaan

Pembangunan jaringan irigasi di Desa Paku direncanakan akan dimulai pada tahun 2026. Meskipun masih beberapa tahun lagi, langkah-langkah awal seperti perencanaan dan penganggaran sudah dilakukan secara matang.

Keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk BBWS Pompengan, menjadi faktor penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai target. Diharapkan, proyek ini tidak hanya memperbaiki kondisi irigasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani.

Keuntungan yang Diharapkan

Adanya pembangunan irigasi akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Desa Paku. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Peningkatan produksi pertanian karena pasokan air yang lebih stabil.
  • Peningkatan kesejahteraan ekonomi petani akibat hasil panen yang lebih baik.
  • Peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Dengan begitu, proyek ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi untuk masa depan masyarakat setempat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan