Pemuda Diduga Bunuh Siswi SMP, Jasad Tanpa Pakaian Ditemukan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Pemuda Diduga Bunuh Siswi SMP, Jasad Tanpa Pakaian Ditemukan

Penemuan Jasad Siswi SMP di Saluran Air yang Mencengangkan Warga

Di kawasan Kampung Bojongloa, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, warga digemparkan dengan penemuan sesosok jasad perempuan di saluran air persawahan. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (18/10/2025) sore. Awalnya, penemuan tersebut berawal dari teriakan anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi. Mereka memanggil warga karena melihat sesuatu yang menyerupai tubuh manusia di dalam saluran air.

Menurut pengakuan Hoti (50), warga setempat, awalnya ia tidak langsung percaya karena usia anak-anak masih sangat muda. Namun, rasa penasaran membuatnya mendekati lokasi. Ia sempat mengira benda itu hanya boneka, hingga akhirnya memastikan bahwa yang terlihat di dalam saluran air benar-benar tubuh manusia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Awalnya saya disusulin sama anak-anak, katanya ada jasad di bawah. Tapi saya engga langsung percaya karena anak-anak masih kecil, baru umur tiga tahun," ujar Hoti kepada Tribunjabar.id, Minggu (19/10/2025).

Setelah memastikan bahwa itu benar-benar jasad manusia, Hoti kemudian memanggil kepala RT dan RW untuk datang ke lokasi. Setelah dicek, ternyata betul itu jasad. Menurut Hoti, jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup di saluran air, hanya mengenakan BH dan celana panjang, sementara bagian kepala tertutup air. "Awalnya dikira engga ada kepalanya, soalnya tenggelam di air," ujarnya.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama, petugas dari Polsek Plered dan Satreskrim Polres Purwakarta datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban. Sejumlah warga menduga korban merupakan siswi SMP asal Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, yang sudah dua malam tidak pulang ke rumah.

"Berdasarkan keterangan keluarga, korban sudah tidak pulang ke rumah sejak Kamis (16/10/2025). Ia diduga dijemput oleh temannya sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia," kata AKP Ali Murtadho.

Pelaku Diamankan oleh Polisi

AA (23) diringkus polisi atas dugaan pembunuhan terhadap Jesika (15), siswi kelas 2 SMPN Satu Atap Cadasmekar. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di saluran air persawahan. Pembunuhan adalah tindakan menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja atau tidak sengaja. Dalam konteks hukum, pembunuhan termasuk tindak pidana berat karena melanggar hak paling mendasar, yaitu hak untuk hidup.

AA diduga menghabisi nyawa Jesika yang ditemukan tewas di saluran air persawahan di Kampung Bojongloa, Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Sabtu (18/10/2025) sore. Ia pun diduga melakukan tindak asusila terhadap korban. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun, mengatakan, pelaku ditangkap di wilayah Gandasoli, tak jauh dari lokasi jenazah korban ditemukan, Senin (20/10/2025) malam.

AA mengenakan hoodie berwarna hitam, serta tak menjawab satu kata pun saat ditanya awak media. Menurutnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal secara tidak wajar. Dari situlah, lanjut dia, penyidik mulai mengerucutkan dugaan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

"Hasil olah TKP dan autopsi mengindikasikan kematian korban bukan karena sebab alami. Dari situ penyelidikan terus dikembangkan hingga akhirnya kami bisa mengamankan terduga pelaku," katanya.

Terkait hubungan antara pelaku dan korban, polisi masih melakukan pendalaman. Begitu pula dengan dugaan adanya tindak asusila sebelum korban dibunuh. "Kami masih lakukan penyidikan lanjutan terhadap pelaku untuk menemukan fakta-fakta hukum yang lengkap," kata Uyun.

Uyun menyebutkan, kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik Polres Purwakarta untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap pembunuhan yang menewaskan pelajar berusia 15 tahun tersebut.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan