Pemberdayaan Pemuda Putus Sekolah di Kampung Munjul melalui Hidroponik
Di Kampung Munjul, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, sejumlah pemuda putus sekolah diberdayakan melalui pelatihan bertanam hidroponik. Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi dan membuka peluang wirausaha di bidang pertanian modern. Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terdaftar dan didanai oleh Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan. Tim tersebut memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan berbasis pemberdayaan dan praktik kewirausahaan berkelanjutan. Diketuai oleh Dr. H. Uus Toharudin, M.Pd., dengan anggota Gurnita, S.Si., M.P., dan Afief Maula Novendra, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Desi Nur Azzizah dan Jujun Hidayat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Dr. Uus, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat Kampung Munjul yang sebagian besar bergantung pada pertanian subsisten dan pekerjaan kasar, dengan akses terbatas terhadap pendidikan, teknologi, serta peluang kerja nonpertanian. Tujuan utama program adalah memberikan keterampilan praktis dan membuka peluang usaha bagi pemuda putus sekolah melalui pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman hidroponik yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui dukungan pendanaan dan fasilitasi dari BIMA Kemendiktisaintek, tim dosen FKIP Universitas Pasundan mampu mengimplementasikan serangkaian kegiatan pelatihan, penyediaan sarana hidroponik sederhana, serta pendampingan kewirausahaan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program ini juga diarahkan untuk membangun model wirausaha berbasis pertanian modern yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal dan menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda pedesaan.
Potensi Lingkungan yang Mendukung Hidroponik
Kampung Munjul memiliki potensi lingkungan yang mendukung pengembangan usaha hidroponik, seperti ketersediaan air yang melimpah, sistem irigasi lancar, serta suhu dan kelembapan yang stabil. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran dengan metode hidroponik yang efisien dan ramah lingkungan.
Metode hidroponik—budidaya tanaman tanpa tanah dengan larutan nutrisi—menjadi alternatif inovatif di tengah keterbatasan lahan dan dampak perubahan iklim. Sistem ini juga dapat diterapkan di area sempit dan menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih baik.
Selain memberikan pelatihan teknis, tim juga mendorong penerapan teknologi digital dalam manajemen usaha dan pemasaran hasil panen. Pendampingan meliputi pengelolaan media tanam, perawatan tanaman, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran secara daring.

Integrasi dengan Platform Digital Babari.id
Untuk memperkuat keberlanjutan usaha hasil pertanian hidroponik, produk yang dihasilkan para peserta nantinya akan dipasarkan melalui platform digital babari.id, yaitu platform digital marketing bagi penyedia bahan baku dan jasa UMKM berbasis sistem maklun. Integrasi dengan babari.id diharapkan tidak hanya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadi sarana percepatan transformasi digital dalam tata kelola ekonomi desa yang produktif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
“Kami ingin mencetak generasi muda yang produktif, mandiri, dan berjiwa wirausaha, sehingga pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi sebagai sektor modern yang menjanjikan,” tambah Gurnita.
Dengan dukungan lingkungan, teknologi, dan sinergi antarinstansi, Kampung Munjul berpeluang menjadi sentra pertanian hidroponik di Kabupaten Garut, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis inovasi dan keberlanjutan.