
Aksi Demonstrasi PMKRI Cabang Kefamenanu dan PPPK TTU
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu bersama Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 1 Oktober 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil oleh sejumlah calon PPPK.
Rute Aksi Demonstrasi
Aksi dimulai dari Kampus Unimor, kemudian berlanjut menuju Kantor DPRD Kabupaten TTU. Massa aksi menempuh rute tersebut dengan penuh semangat dan keteraturan. Mereka membawa spanduk serta poster yang berisi tuntutan mereka. Setelah tiba di Kantor DPRD TTU, massa aksi melakukan orasi secara bergantian di depan gedung DPRD Kabupaten TTU.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertemuan dengan Anggota DPRD
Massa aksi kemudian ditemui oleh sejumlah anggota DPRD TTU. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada perwakilan rakyat. Mereka berharap agar DPRD dapat memperhatikan keluhan mereka dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Tuntutan Massa Aksi
Massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi keresahan mereka saat ini. Salah satu isu utama adalah pembatalan kelulusan sejumlah Calon PPPK. Mereka merasa bahwa proses seleksi yang dilakukan tidak transparan dan tidak adil. Selain itu, massa aksi juga mendesak Pemerintah Kabupaten TTU untuk segera mengakomodir tuntutan mereka agar bisa segera direspon.
Harapan dan Tindak Lanjut
Para peserta aksi berharap agar Pemkab TTU dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka menegaskan bahwa tuntutan mereka adalah demi keadilan dan kepentingan bersama. Dengan aksi ini, mereka berharap dapat menarik perhatian pihak berwenang dan mendapatkan solusi yang lebih baik.
Massa aksi juga menyerukan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Mereka menilai bahwa partisipasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, mereka berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan profesional.
Selain itu, massa aksi juga menekankan perlunya transparansi dalam proses seleksi PPPK. Mereka berpendapat bahwa transparansi ini akan membantu menghindari praktik nepotisme dan korupsi yang sering kali terjadi dalam sistem perekrutan pegawai. Dengan transparansi, mereka berharap dapat membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Massa aksi juga menyarankan agar Pemkab TTU dapat mengadakan evaluasi terhadap proses seleksi PPPK yang telah berlangsung. Evaluasi ini akan membantu mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan dalam sistem yang ada. Dengan demikian, pemerintah dapat membuat perbaikan yang diperlukan untuk memastikan proses seleksi yang lebih adil dan efektif.
Di akhir aksi, massa aksi berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan yang relevan. Mereka berkomitmen untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Dengan semangat dan kebersamaan, mereka berharap dapat mencapai tujuan mereka dan mendapatkan keadilan yang mereka harapkan.