
Estimasi Anggaran Pemulihan Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Mencapai Rp 51,82 Triliun
Pemerintah telah melakukan perhitungan terkait dana yang dibutuhkan untuk pemulihan pasca-bencana di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Angka yang dihasilkan mencapai sebesar Rp 51,82 triliun. Perhitungan ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto menjelaskan bahwa anggaran tersebut ditujukan pada kerusakan permukiman dan infrastruktur utama akibat banjir dan tanah longsor. Ia menekankan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah-rumah warga, tetapi juga meluas ke berbagai fasilitas publik seperti jembatan, jalan, tempat ibadah, sekolah, rumah sakit, puskesmas, hingga pondok pesantren.
Selain itu, banjir juga menghancurkan ribuan hektare lahan pertanian, perkebunan, peternakan, serta sejumlah fasilitas perkantoran. Suharyanto menyebutkan bahwa jumlah rumah masyarakat yang rusak mencapai 37.546 unit, baik yang rusak berat, hilang tersapu banjir, maupun rusak sedang atau ringan.
Korban Jiwa dan Pengungsi Akibat Bencana
Dari data sementara hingga Minggu (5/12), BNPB mencatat bahwa 921 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut. Selain itu, terdapat 392 orang yang hilang dan sekitar 975.079 warga yang harus mengungsi.
Banjir dan tanah longsor juga merusak lebih dari 147 ribu rumah dan 405 jembatan di tiga provinsi tersebut. Kejadian ini juga menyebabkan kerusakan pada 199 fasilitas kesehatan, 701 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, serta lebih dari seribu fasilitas umum lainnya.
Anggaran Pemulihan di Berbagai Wilayah
Suharyanto menyampaikan bahwa estimasi anggaran untuk pemulihan di Aceh mencapai Rp 25,41 triliun. Dana ini akan digunakan untuk pemulihan rumah warga, perbaikan jalan dan jembatan, fasilitas umum, serta pemulihan sektor ekonomi produktif yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, estimasi anggaran untuk menangani kerusakan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing sebesar Rp 12,88 triliun dan Rp 13,53 triliun. Ia menegaskan bahwa angka ini masih dapat diperbarui seiring tim BNPB di lapangan melengkapi dan memverifikasi data kerusakan.
Penanganan Bencana oleh Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa tingkat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut terbilang serius dan memprihatinkan. Ia menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan dan pemulihan bencana.
Rapat tersebut berlangsung di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Ahad (7/12) malam. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi memang cukup memprihatinkan. Ia menilai banjir dan tanah longsor menyisakan hamparan sawah rusak yang memicu banyak bendungan jebol sehingga merusak jaringan irigasi pertanian di wilayah terdampak.
Selain itu, para gubernur dan bupati melaporkan bahwa cukup banyak perumahan yang harus dibantu untuk dibangun kembali. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang terkena dampak bencana.