Pemulihan jalan nasional ke Aceh Tengah tertunda bahan bakar

admin.aiotrade 06 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Pemulihan jalan nasional ke Aceh Tengah tertunda bahan bakar

Kendala BBM Menghambat Pemulihan Jalan Nasional di Aceh

Proses pembersihan dan pemulihan akses jalan nasional serta jembatan di wilayah Geumpang, Kabupaten Pidie menuju Pameu Aceh Tengah masih menghadapi tantangan. Hal ini terjadi karena kendala terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan operasional alat berat tidak berjalan optimal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 BPJN Aceh, Chandra Irawan, masalah BBM menjadi salah satu hambatan utama dalam pembersihan longsoran yang mengganggu ruas jalan Geumpang-Pameu. "Kendala BBM untuk operasional alat berat yang kurang lancar, sehingga sering terjadi keterlambatan pembersihan longsoran ruas jalan Geumpang - Pameu," ujarnya.

Chandra menjelaskan bahwa selama ini tim di lapangan harus mencari BBM yang terdekat, lalu mengantarkannya ke Geumpang. Namun kondisi ini membuat pekerjaan terhenti beberapa saat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan mendapatkan janji akan diberikan suplai sebesar 1.000 liter per hari. Dengan adanya pasokan BBM yang cukup, alat berat dapat bekerja secara maksimal.

"Sudah kami koordinasi dengan Pertamina. Pertamina akan menyuplai lebih kurang 1.000 liter per hari untuk kebutuhan alat berat yang bekerja di lapangan," kata Chandra.

Saat ini, petugas melakukan pembersihan jalan nasional akses menuju Aceh Tengah menggunakan empat alat berat eskavator, satu unit trado, satu unit wheel loader, satu unit pick up, dan empat unit DT.

Chandra menambahkan bahwa kebutuhan BBM untuk satu alat berat bisa mencapai 150 liter minyak per delapan jam kerja dan belum termasuk lembur. Jika bahan bakar tercukupi, pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan.

"Satu alat 150 liter delapan jam kerja, belum lembur. Dan pembicaraan kami dengan Pertamina, mereka akan menyuplai," katanya.

Sejauh ini, akses jalan nasional dari Geumpang ke Pameu sudah dapat dilalui kendaraan roda empat setelah bencana banjir dan longsor Aceh. Namun, akses tersebut belum berhasil menembus Kota Takengon, ibu kota Aceh Tengah, karena infrastruktur di sana masih rusak.

Upaya Pemulihan Infrastruktur

Pemulihan infrastruktur di wilayah ini memerlukan kerja sama yang intensif antara berbagai pihak. Selain BBM, perlu juga dipastikan ketersediaan alat berat dan tenaga kerja yang memadai. Dengan dukungan penuh dari Pertamina dan komitmen pemerintah daerah, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, masyarakat setempat juga diminta untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Karena meskipun akses jalan sudah dibuka, kondisi jalan masih rentan terhadap longsoran dan banjir.

Kondisi Terkini

Sampai saat ini, akses jalan nasional dari Geumpang ke Pameu sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Namun, masih ada beberapa titik yang memerlukan perbaikan lanjutan. Sementara itu, akses ke Kota Takengon masih tertutup akibat kerusakan infrastruktur yang lebih parah.

Tim pemulihan terus berupaya mempercepat proses pembersihan dan perbaikan jalan. Dengan dukungan BBM yang cukup, harapan besar terbuka untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan memberikan akses yang aman bagi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan