
aiotrade, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (20/10/2025) waktu setempat seiring dengan optimisme atas laporan keuangan kuartal III/2025 dan reli saham teknologi. Sentimen pasar juga membaik seiring meredanya kekhawatiran terhadap kesehatan kredit bank regional.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 515,97 poin atau 1,12% ke level 46.706,58, sedangkan S&P 500 menguat 71,12 poin atau 1,07% ke 6.735,13. Adapun, indeks Nasdaq Composite melonjak 310,57 poin atau 1,37% menjadi 22.990,54.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor layanan komunikasi mencatat kenaikan terbesar, sementara consumer staples dan utilitas melemah tipis. Di bursa Nasdaq, 3.599 saham menguat dan 1.078 saham melemah, dengan rasio advancers terhadap decliners sebesar 3,34 banding 1. S&P 500 mencatat 23 saham mencapai level tertinggi dalam 52 minggu terakhir, sementara Nasdaq membukukan 77 saham tertinggi baru dan 69 saham terendah baru.
Volume perdagangan mencapai 17,50 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir sebesar 20,21 miliar saham. Reli luas di pasar membuat tiga indeks utama AS ditutup tajam lebih tinggi. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 bahkan menguat 2%, melampaui kinerja indeks utama lainnya.
Paul Nolte, Senior Wealth Advisor & Market Strategist di Murphy & Sylvest menuturkan, pergerakan pasar hari ini cenderung solid di seluruh sektor, tidak banyak sentimen negatif di pasar. "Ada sedikit kelegaan di sektor keuangan... investor melihat bahwa penurunan minggu lalu mungkin terlalu berlebihan. Dari sudut pandang pasar, segalanya tampak baik-baik saja kembali," tambahnya.
Saham Apple mencetak rekor tertinggi baru, sementara Meta, Netflix, dan Alphabet naik antara 1,3% hingga 3,3%. Musim laporan keuangan kuartal III/2025 juga memasuki puncaknya. Sejumlah perusahaan besar seperti Tesla, Netflix, IBM, Intel, General Motors, dan Ford dijadwalkan merilis kinerja keuangannya pekan ini, bersama dengan sejumlah emiten industri besar lain di sektor aerospace, transportasi, dan manufaktur terdiversifikasi.
Investor juga menantikan hasil laporan keuangan bank-bank regional AS setelah aksi jual pekan lalu yang dipicu kekhawatiran terhadap tekanan kredit sistemik. Secara keseluruhan, analis memperkirakan laba kuartal III emiten S&P 500 akan tumbuh 9,3% secara tahunan, meningkat dari proyeksi awal 8,8% pada 1 Oktober.
“Banyak ketidakpastian yang sebelumnya membayangi perusahaan — seperti kebijakan pajak dan tarif — kini mulai mereda. Hal ini memungkinkan perusahaan fokus pada peningkatan laba dan profitabilitas,” ujar Matthew Keator, Managing Partner di Keator Group, Massachusetts.
Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari pernyataan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, yang menyebut penutupan sebagian pemerintahan federal AS kemungkinan akan berakhir pekan ini. Dengan penutupan pemerintah memasuki hari ke-20, investor dan pembuat kebijakan menghadapi keterbatasan data ekonomi. Namun, Departemen Tenaga Kerja AS dijadwalkan tetap merilis data inflasi (CPI) September pada Jumat, yang akan menjadi acuan penting bagi Federal Reserve dalam menilai arah kebijakan suku bunga serta dampak tarif Presiden Donald Trump terhadap pertumbuhan harga.
Dalam perkembangan terbaru hubungan dagang AS–China, Trump mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran tarif terhadap Beijing apabila China kembali membeli produk pertanian utama, termasuk kedelai. Dia juga menyalahkan ketegangan terbaru pada kebijakan kontrol ekspor logam tanah jarang (rare earth) yang diterapkan China.