Penawaran Saham Rp23,67 Triliun, Ini Rencana Garuda Indonesia (GIAA)

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Penawaran Saham Rp23,67 Triliun, Ini Rencana Garuda Indonesia (GIAA)


aiotrade, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memiliki rencana untuk menerbitkan 315,61 miliar saham baru seri D dengan nilai Rp75 per saham melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyehatan keuangan perusahaan. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa GIAA mengalami kerugian bersih sebesar US$182,53 juta atau sekitar Rp3,03 triliun pada kuartal III/2025, yang meningkat 39,10% secara year on year (YoY).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tujuan utama dari PMTHMETD adalah untuk memperbaiki nilai ekuitas perseroan secara konsolidasi, meningkatkan likuiditas, memperkuat struktur permodalan, serta mengurangi liabilitas. Selain itu, aksi korporasi ini juga bertujuan untuk memperbaiki kondisi keuangan agar dapat mendukung kelangsungan usaha di masa depan dengan pondasi keuangan yang lebih kuat.

Dana yang akan diperoleh dari pelaksanaan PMTHMETD mencapai total sebesar Rp23,67 triliun. Dana tersebut terdiri dari setoran modal tunai sebesar Rp17,02 triliun dan konversi pinjaman pemegang saham sebesar Rp6,65 triliun.

Seluruh dana hasil pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan oleh Garuda Indonesia untuk mendukung keberlangsungan usaha dan memperbaiki posisi keuangan perusahaan. Berikut rinciannya:

  • 37% dari dana akan digunakan untuk modal kerja dan operasional, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Biaya perawatan dan perbaikan pesawat sebesar Rp111,34 juta berasal dari shareholder loan (SHL), sedangkan Rp6,88 triliun berasal dari penambahan modal tunai untuk pesawat tertentu yang jatuh periode di tahun 2025 atau 2026.
  • 63% dari dana akan digunakan untuk peningkatan modal kepada Citilink, melalui konversi pinjaman pemegang saham menjadi modal serta setoran modal tunai. Fokus restrukturisasi Citilink adalah untuk menghindari dampak risiko strategis dan sosial terhadap masyarakat.
  • Peningkatan modal kerja untuk Citilink direncanakan akan dilakukan pada Desember 2025. Sebesar 47% dari dana akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Citilink, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat.
  • Sebesar 16% dari dana akan digunakan untuk membayar seluruh utang pokok pembelian bahan bakar pesawat Citilink kepada Pertamina sebesar US$225 juta.

Private placement ini akan dilakukan oleh PT Danantara Asset Management (DAM) (Persero) dengan cara setoran modal dalam bentuk uang tunai sebesar Rp17,02 triliun yang akan dilakukan melalui pengambilan bagian atas saham yang diterbitkan dalam PMTHMETD, serta konversi pinjaman pemegang saham senilai Rp6,65 triliun.

Pelaksanaan PMTHMETD oleh DAM sebagai pihak terafiliasi (pemegang saham mayoritas lebih dari 20%) dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi perbaikan posisi keuangan perseroan secara menyeluruh, serta kebutuhan pendanaan yang mendesak untuk menjaga kelangsungan usaha dan operasional perseroan dan entitas anak.

Penyetoran modal secara tunai dari DAM kepada Garuda Indonesia akan menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan digelar pada 12 November 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan