ACEH UTARA, aiotrade
– Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, melaksanakan operasi kemanusiaan sejak 27 November 2025 untuk membantu korban banjir di wilayah tersebut.
Operasi Kemanusiaan yang Dilakukan PMI Aceh Utara
Koordinator Posko PMI Aceh Utara, Muhammad Attar mengungkapkan bahwa operasi ini mencakup pencarian jenazah, layanan kesehatan, serta distribusi bantuan bahan pangan dan air bersih.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pencarian jenazah, tim relawan terkendala karena ambulans yang tersedia rusak.
"Kita punya satu ambulans yang selama ini kita operasikan, sekarang kondisinya rusak. Meski rusak, kita paksa juga untuk mengoperasikannya," jelas Attar kepada aiotrade, Rabu (17/12/2025).
Distribusi Bantuan Langsung ke Pengungsi
Meski demikian, Attar menegaskan, operasi distribusi bantuan bahan pangan, layanan kesehatan, dan penyediaan air bersih masih terus berlangsung.
Hingga saat ini, lebih dari 2.500 penerima manfaat telah terlayani oleh organisasi kemanusiaan tersebut.
"Seluruh bantuan dari warga dan organisasi lain silakan diantar ke Posko Utama PMI Aceh Utara di samping Terminal Bus Lhokseumawe. Semua bantuan langsung kita antar hari itu juga untuk pengungsi," tambahnya.
Dengan cara ini, diharapkan tidak terjadi penumpukan bahan bantuan di posko utama.
Attar juga menyampaikan harapannya agar lembaga lain dapat memberikan dukungan ambulans.
"Jika ada dukungan ambulans dari lembaga lain, PMI dengan senang hati menerimanya untuk mempercepat proses pencarian korban banjir," pungkasnya.
Kondisi Pengungsi dan Bantuan yang Diterima
Hingga saat ini, sebanyak 71.637 pengungsi korban banjir terpaksa bertahan di 226 titik pengungsian.
"Kalau bahan pangan kita sudah cukup untuk beberapa hari ke depan, secara berkala kita kirim ke posko kecamatan dan seterusnya ke desa secara berjenjang," kata Ayahwa, seorang relawan PMI.
Selain itu, laporan menunjukkan bahwa sebanyak 1.111 orang terdampak, dengan 163 orang dilaporkan meninggal dunia, dan enam orang masih dalam pencarian.
Kerusakan Akibat Banjir
Kerusakan akibat banjir juga meluas, dengan 12 daerah irigasi mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier juga rusak.
Luas area sawah yang terdampak mencapai 14.509 hektar, kini tertutup lumpur sisa banjir setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat digunakan lagi.
Upaya Pemulihan dan Kesiapan PMI
PMI Aceh Utara terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Baik bahan pangan, air bersih, maupun layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
Selain itu, PMI juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pemulihan. Dukungan dari masyarakat luas sangat penting dalam upaya ini.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya bantuan yang terus mengalir, diharapkan kondisi para pengungsi dapat segera pulih. Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti jalan dan irigasi juga menjadi fokus utama untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
PMI Aceh Utara tetap siap berjuang untuk meringankan beban korban banjir, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun dukungan logistik.