Pencarian Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Tolandona Berlanjut

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Pencarian Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Tolandona Berlanjut
Pencarian Korban Kecelakaan Kapal di Perairan Tolandona Berlanjut

Pencarian Warga yang Hilang Usai Kecelakaan Kapal di Perairan Tolandona

Tim SAR (Search and Rescue) kembali melanjutkan pencarian terhadap satu warga Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang hilang setelah kecelakaan kapal di Perairan Tolandona. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin (10/11/2025).

Tolandona adalah sebuah Kelurahan yang berada di Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah, Sultra. Lokasi ini dapat dicapai melalui akses kapal feri dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Kota Baubau.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pencarian terhadap warga inisial AK (35 tahun) sempat dihentikan sementara, namun kini dilanjutkan oleh Basarnas pada Senin pagi sekira pukul 06.30 WITA. Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) atau perahu karet kaku, dengan fokus pada area posisi terakhir diketahui atau last known position (LKP).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan membagi dua tim. Tim pertama menggunakan RIB untuk menyusuri sekitar LKP dengan luas area pencarian sebesar 1,5 NM (nautical mile), sedangkan tim kedua menggunakan longboat untuk menyisir area seluas 1 NM.

Berdasarkan laporan cuaca dari BMKG, kecepatan angin dalam pencarian sekitar 8 km/jam dari arah barat daya. Hal ini menjadi faktor penting dalam menentukan strategi pencarian dan keselamatan personel yang terlibat.

Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini antara lain staf pos KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Pos AL Baubau, Polair Baubau, Polsek Sangia Wambulu, Polsek Lea-Lea, BPBD Baubau, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Warga inisial AK terjatuh bersama tiga awak kapal lainnya saat dua perahu terbalik di Perairan Tolandona, Buton Tengah, pada hari Minggu (9/11/2025). Empat awak kapal tersebut adalah Ali Sofian, Fadli Anihu, Fikar, dan Arif Kurniawan. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang korban berhasil selamat, sementara Arif Kurniawan atau AK masih dalam pencarian.

Proses Pencarian dan Strategi yang Digunakan

Operasi pencarian yang dilakukan oleh Basarnas dan instansi terkait didasarkan pada koordinasi yang ketat antar semua pihak yang terlibat. Setiap tim memiliki tugas spesifik sesuai dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki.

  • Tim 1: Menggunakan RIB untuk menyusuri area sekitar LKP dengan luas area sebesar 1,5 NM.
  • Tim 2: Menggunakan longboat untuk menyisir area sekitar 1 NM.

Strategi ini dirancang agar tidak ada area yang terlewat dalam pencarian. Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Angin yang bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 8 km/jam bisa memengaruhi pergerakan air dan arah aliran.

Partisipasi Masyarakat dan Keluarga Korban

Partisipasi masyarakat sekitar dan keluarga korban sangat penting dalam operasi pencarian. Mereka memberikan informasi terkini mengenai kondisi laut dan lokasi yang mungkin menjadi tempat terselubungnya korban. Selain itu, dukungan emosional dari keluarga juga menjadi motivasi bagi tim SAR dalam menjalankan tugas mereka.

Status Terkini

Hingga saat ini, pencarian masih berlangsung dengan harapan besar bahwa korban bisa ditemukan dalam waktu dekat. Semua pihak yang terlibat dalam operasi ini bekerja sama dengan maksimal guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan korban.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan