
Penangkapan Dua Pelaku Penculikan Anak di Jambi
Polisi berhasil menangkap dua warga Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi yang diduga terlibat dalam kasus penculikan anak. Kedua tersangka adalah Mery Ana (42) dan Ade Friyanto Syaputera (36). Mereka ditangkap di Kota Sungai Penuh, Jambi, pada Jumat (7/11/2025), setelah polisi melakukan operasi gabungan dari berbagai satuan kepolisian.
Korban yang diculik adalah Bilqis, seorang balita berusia empat tahun asal Makassar, Provinsi Sulsel. Kasus ini terjadi pada Minggu (2/11/2025) pagi ketika korban hilang di kawasan Taman Pakui Sayang, Jl Andi Pangerang Petta Rani, Makassar. Saat itu, Bilqis sedang bermain di sekitar lapangan tenis sementara ayahnya sedang berolahraga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Latar Belakang Pelaku
Mery Ana merupakan warga dari Jalan Tembesu, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Merangin. Rumahnya terlihat sederhana dengan lebar sekitar 6 meter dan memanjang ke belakang. Di depan rumah, sore kemarin, terdapat dua sepeda motor yang menunjukkan aktivitas sehari-hari penduduk setempat.
Sementara itu, Ade Friyanto Syaputera tinggal di Kampung Baru 2, Pasar Bangko, Kecamatan Merangin. Warga sekitar mengaku terkejut saat mengetahui bahwa Ade terlibat dalam kasus penculikan anak. Menurut tetangga, Ade dikenal sebagai orang yang baik, supel, dan mudah bergaul. Ia pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Pemprov Jambi dan sering ikut gotong royong serta rajin beribadah.
Warga juga menyebutkan bahwa Ade sudah menikah dan tinggal di Jambi (ibu kota provinsi). Hanya sesekali ia pulang ke Merangin. "Gak nyangka saja bisa terlibat hal seperti itu," ujar salah satu warga.
Kehidupan Mery Ana
Di lokasi kedua, rumah Mery Ana di Jalan Tembesu, Kelurahan Pematang Kandis, terlihat sederhana. Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan mengenal sosok Mery Ana. Namun, tidak tahu secara pasti keterlibatannya dalam kasus penculikan anak tersebut.
Menurut warga, Mery Ana dikenal agak tertutup dan jarang bergaul dengan warga. Namun, jika bertemu, dia biasanya sopan dan baik. Mery Ana tinggal bersama orang tuanya. Warga lain menambahkan bahwa Mery Ana sudah lama berpisah dengan suaminya dan tinggal bersama keluarga. Dia juga menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Operasi Gabungan Polisi
Polisi menduga bahwa kedua pelaku termasuk dalam jaringan perdagangan anak lintas provinsi yang menjual korban hingga ke wilayah Jambi. Mereka ditangkap di sebuah penginapan dekat Masjid Raya, Kelurahan Pasar Sungai Penuh, oleh tim gabungan Satreskrim Polrestabes Makassar, Resmob Polda Jambi, Unit Opsnal Satreskrim Polres Kerinci, dan didukung Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin.
Tanggapan Masyarakat
Warga sekitar mengungkapkan kekagetan mereka terhadap penangkapan dua tersangka ini. Mereka merasa tidak menyangka bahwa orang-orang yang mereka kenal baik bisa terlibat dalam kasus penculikan anak. Beberapa warga juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini, karena kasus penculikan anak sangat mengganggu ketenangan masyarakat.
Kesimpulan
Kasus penculikan Bilqis ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya penculikan anak. Selain itu, penangkapan dua tersangka ini juga menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam mengungkap dan menindaklanjuti kasus-kasus serius seperti ini. Dengan adanya operasi gabungan yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.