Pencuri Louvre Ditangkap, Hampir Kabur dengan Pesawat

admin.aiotrade 27 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Pencuri Louvre Ditangkap, Hampir Kabur dengan Pesawat

Penangkapan Dua Tersangka Pencurian Perhiasan di Museum Louvre

Kepolisian Perancis berhasil menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam perampokan perhiasan mahkota di Museum Louvre, Paris. Penangkapan ini dilakukan setelah hampir sepekan melakukan penyelidikan intensif. Kedua tersangka ditangkap pada Sabtu (25/10/2025) malam di kawasan Seine-Saint-Denis, pinggiran utara Paris.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu dari mereka sedang bersiap untuk menaiki pesawat saat penangkapan berlangsung, menurut laporan sejumlah media lokal. Keduanya memiliki catatan kriminal dan pernah terlibat dalam kasus perampokan. Mereka akan menjalani pemeriksaan selama 96 jam oleh penyidik kepolisian.

Jaksa Paris, Laure Beccuau, membenarkan bahwa penangkapan dilakukan oleh tim dari brigade anti-geng. Ia menyesalkan adanya kebocoran informasi mengenai operasi tersebut karena dapat mengganggu penyelidikan besar yang melibatkan lebih dari 100 petugas. “Tim penyidik bekerja untuk memulihkan perhiasan yang dicuri dan menangkap seluruh pelaku,” ujar Beccuau dikutip dari Euronews, Minggu (26/10/2025).

Aksi Pencurian di Siang Bolong

Kasus ini bermula dari aksi pencurian yang terjadi di siang hari pekan lalu. Para pelaku disebut menggunakan tangga mekanis untuk mencapai balkon menuju Galeri Apollo, kemudian melubangi jendela dan memecahkan etalase berisi perhiasan. Dalam waktu sekitar enam hingga tujuh menit, para pencuri membawa kabur delapan perhiasan bersejarah milik keluarga kerajaan Perancis dari abad ke-19.

Nilai total barang curian itu diperkirakan mencapai 88 juta euro, atau sekitar Rp 1,7 triliun. Para pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah menjalankan aksinya. Pencurian ini memicu kemarahan publik dan disebut sejumlah anggota parlemen sebagai “aib nasional.”

Kritik Terhadap Sistem Keamanan Museum Louvre

Perampokan Museum Louvre juga menyoroti lemahnya sistem keamanan di museum ternama dunia tersebut. Sejumlah pejabat Louvre sebelumnya memperingatkan kurangnya investasi untuk peningkatan keamanan fasilitas. Media lokal melaporkan, sepertiga area di Galeri Apollo—lokasi tempat perhiasan dicuri—tidak dilengkapi kamera pengawas. Kondisi ini semakin memperkuat kritik terhadap manajemen keamanan Museum Louvre.

Langkah Penyidik dan Proses Hukum

Setelah penangkapan, kedua tersangka akan menjalani pemeriksaan selama 96 jam oleh penyidik kepolisian. Tim penyidik bekerja keras untuk memulihkan perhiasan yang dicuri dan menangkap seluruh pelaku. Jaksa Paris, Laure Beccuau, menyatakan bahwa kebocoran informasi mengenai operasi tersebut sangat mengganggu proses penyelidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan operasi agar tidak mengganggu upaya pencegahan dan penangkapan pelaku lainnya.

Reaksi Publik dan Politik

Pencurian ini menimbulkan reaksi yang kuat dari masyarakat dan kalangan politik. Banyak warga merasa kecewa dengan kejadian ini, sementara beberapa anggota parlemen menyebutnya sebagai “aib nasional.” Mereka menuntut tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas ketidakamanan di museum yang menjadi ikon budaya Perancis.

Upaya Peningkatan Keamanan

Museum Louvre telah mulai meninjau ulang sistem keamanannya setelah insiden ini. Pejabat museum mengakui bahwa ada kekurangan dalam pengawasan dan perlu meningkatkan investasi untuk memastikan keamanan yang lebih baik. Ini termasuk pemasangan kamera pengawas di area-area yang sebelumnya tidak dilengkapi alat pemantauan.

Dengan penangkapan ini, polisi dan jaksa berharap bisa mengembalikan perhiasan yang hilang dan memberikan keadilan bagi korban. Mereka juga berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem keamanan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan