Pencuri Perhiasan di Louvre Ditangkap, Jaksa Kecam Bocoran Penangkapan

admin.aiotrade 27 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Pencuri Perhiasan di Louvre Ditangkap, Jaksa Kecam Bocoran Penangkapan


Pencurian yang terjadi di Museum Louvre di Paris, Prancis, menjadi perhatian besar setelah aparat penegak hukum berhasil mengungkap kasus ini dalam waktu sepekan. Kejadian tersebut menimbulkan kekacauan dan memicu investigasi intensif dari pihak berwajib.

Menurut informasi yang diperoleh, sejumlah orang telah ditangkap karena diduga terlibat dalam pencurian besar-besaran di museum yang terkenal itu. Jaksa Paris, Laure Beccuau, menyatakan bahwa penyidik BRB (Brigade Pemberantasan Bandit) telah melakukan penangkapan pada Sabtu, 25 Oktober, malam. Ia menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah satu minggu dari kejadian pencurian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Media Prancis melaporkan bahwa sedikitnya dua pria telah ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam pencurian permata mahkota yang dipamerkan di Louvre. Meskipun jumlah total tersangka belum diungkapkan secara rinci, Beccuau memastikan bahwa salah satu tersangka ditangkap di bandara Paris saat berusaha kabur ke luar negeri.

Beccuau juga mengecam pihak-pihak yang membocorkan informasi tentang penangkapan terduga pelaku tanpa mempertimbangkan kepentingan penyelidikan. Ia menulis bahwa pengungkapan informasi seperti itu hanya akan menghambat kerja sekitar seratusan penyidik yang terlibat dalam upaya menemukan perhiasan yang dicuri dan menangkap para pelakunya.

Saat ini, ia menilai masih terlalu dini untuk memberikan perincian lebih lanjut mengenai penanganan kasus ini. Beccuau memastikan bahwa informasi tambahan akan diberikan setelah masa penahanan para tersangka berakhir.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, memuji para penyidik atas keberhasilan mereka dalam mengungkap kasus ini. Ia meminta publik menghormati kerahasiaan penyelidikan yang dilakukan. Nunez menulis di platform X bahwa penyelidikan harus terus dilakukan dengan menghormati kerahasiaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan dengan tekad yang sama.

Pada 19 Oktober 2025 lalu, para pencuri membobol museum terkenal itu dan mencuri sembilan perhiasan dari koleksi 23 benda peninggalan Napoleon dan permaisurinya. Barang yang dicuri cukup beragam, termasuk mahkota, anting, kalung, dan bros yang pernah dimiliki para ratu serta permaisuri Prancis.

Menurut Nunez, para pencuri masuk ke Louvre melalui jendela menggunakan tangga yang dipasang di atas alat pengangkat (cherry picker). Mereka lalu memotong kaca jendela dengan gerinda, kemudian melarikan diri menggunakan skuter usai menggondol barang curian. Dia tak mengesampingkan kemungkinan para pelaku adalah warga asing.

Sementara itu, Le Parisien melaporkan bahwa pencurian tersebut dilakukan oleh empat orang, dua di antaranya masuk ke museum. Penyidik masih bekerja keras untuk mengungkap identitas lengkap para pelaku dan memulihkan barang-barang yang hilang. Kepolisian tetap bersikap hati-hati dalam mengungkap detail kasus ini agar tidak mengganggu proses penyelidikan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan