Pencuri Perhiasan di Louvre Tinggalkan Ratusan Jejak DNA

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Pencuri Perhiasan di Louvre Tinggalkan Ratusan Jejak DNA

Penyidik Prancis Menemukan Jejak DNA dan Sidik Jari dari Pencurian di Museum Louvre

Penyidik Prancis telah menemukan lebih dari 150 jejak DNA dan sidik jari dari berbagai barang yang digunakan oleh para perampok di Museum Louvre. Dalam aksi pencurian yang terjadi pada Minggu (19/10), delapan perhiasan bernilai jutaan dolar raib dari lokasi tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Para pencuri yang menjarah perhiasan bernilai jutaan dolar dalam aksi berani di siang bolong di Museum Louvre, meninggalkan banyak jejak DNA di lokasi kejadian. Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengungkapkan bahwa penyidik menemukan "lebih dari 150 jejak DNA, sidik jari, dan bukti lainnya" di lokasi kejadian. Jejak-jejak ini berasal dari helm, gerinda sudut, sarung tangan, rompi, dan barang-barang lain yang digunakan dan ditinggalkan oleh keempat perampok tersebut.

Analisis terhadap jejak-jejak tersebut membutuhkan waktu, meski menjadi prioritas bagi laboratorium. Beccuau menyatakan bahwa hasil analisis mungkin memberikan petunjuk, terutama jika pelaku sudah tercatat dalam database. Ia berharap hasilnya akan segera diperoleh dalam beberapa hari ke depan.

Aksi Pencurian yang Berani

Para pencuri yang mengenakan tudung dan masker memanjat tangga lipat hingga ke balkon Louvre pada hari Minggu (19/10). Mereka kemudian masuk ke Galeri Apollo lantai satu, tempat tersimpannya koleksi peninggalan mahkota dan perhiasan kerajaan Prancis. Dalam aksi tersebut, mereka membawa lari delapan perhiasan yang pernah dimiliki oleh ratu dan permaisuri Prancis dengan perkiraan nilai €88 juta (sekitar 1,7 triliun rupiah).

Upaya Awal Pembobolan Tidak Berhasil

Awalnya, para pencuri gagal membuka kotak perhiasan menggunakan gerinda. Rekaman CCTV yang dikutip situs Le Parisien pada Rabu (22/10) menunjukkan bahwa upaya awal pembobolan tidak berhasil. Hingga akhirnya, para pelaku berhasil membuat lubang kecil di kotak display dengan alat lain dan mengambil perhiasan secara manual.

Menurut laporan Le Parisien, rekaman CCTV juga menunjukkan bahwa sistem alarm internal bekerja dengan sempurna dan langsung bereaksi. Alarm pertama berbunyi pada pukul 09.34 pagi (16.34 WIB) pada hari Minggu (19/10), saat para pencuri menggunakan alat listrik untuk merusak jendela pintu balkon.

Dua karyawan museum sempat mencoba menghentikan pencuri sebelum kotak display dibuka. Namun, rekaman CCTV menunjukkan bahwa keduanya mundur, kemungkinan karena takut para pelaku bersenjata.

Titik Buta CCTV Memudahkan Pencurian

Pada Rabu (22/10), Direktur Louvre, Laurence des Cars, mengakui bahwa para pencuri memanfaatkan titik buta di sistem CCTV untuk memanjat dinding luar museum. Dalam kesaksiannya di Senat Prancis, des Cars mengatakan bahwa ia akan mendorong pendirian kantor polisi di dalam Louvre serta membatasi area parkir di sekitarnya agar kendaraan tidak bisa parkir tepat di samping museum.

Ia juga berjanji akan meningkatkan jaringan CCTV di museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut. Meski sistem CCTV di museum mengalami kelemahan, Jaksa Beccuau mencatat bahwa kamera keamanan publik dan swasta di tempat lain memungkinkan penyidik melacak pergerakan para pencuri "di Paris dan wilayah sekitarnya."

Beccuau berharap, dengan sorotan media yang luas terhadap perampokan ini, "para pencuri tidak akan berani bergerak dengan perhiasan tersebut." Ia tetap optimistis terhadap kemungkinan penangkapan para pelaku.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan